Logo Header Antaranews Makassar

Wawali Makassar semangati anak-anak mantan pecandu

Rabu, 20 April 2016 06:21 WIB
Image Print
"Di Kantor Yayasan Kelompok Peduli Penyalahgunaan Narkotika dan Obat-Obatan Terlarang (YKP2N) Makassar...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal MI mengunjungi anak-anak mantan pecandu narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya untuk memberikan semangat setelah melewati masa rehabilitasi.

"Di Kantor Yayasan Kelompok Peduli Penyalahgunaan Narkotika dan Obat-Obatan Terlarang (YKP2N) Makassar, Jalan Faisal ini banyak menampung anak-anak yang telah melewati masa rehabilitasi dan mereka semua butuh semangat," kata Syamsu Rizal di Makassar, Selasa.

Di yayasan yang berdiri sejak tahun 2005 itu, Syamsu Rizal menyapa setiap penghuni yayasan yang tengah menjalani rehabilitasi dan pembinaan akibat penyalahgunaan narkoba. Beberapa di antaranya adalah anak di bawah umur.

Deng Ical (sapaan akrab wakil wali kota) mengatakan, di kantor YKP2N yang dikunjunginya itu banyak anak-anak yang usianya masih tergolong belia yakni rata-rata usia belasan tahun.

Para anak-anak mantan pecandu ini, saat direhabilitasi bukan saja teridentifikasi menggunakan narkoba jenis sabu atau pil ekstasi dan pil koplo, melainkan menghisap lem fox yang menjadi fenomena baru di kota ini.

Menurut pasangan Wali Kota Moh Ramdhan Pomanto ini, narkotika adalah masalah yang dapat menghancurkan bangsa dan merupakan musuh yang harus dilawan secara bersama.

"Kita akan lebih banyak berdiskusi bersama YKP2N mencari solusi apa yang terbaik dalam menyikapi masalah Narkotika ini. Ini adalah musuh bersama dan harus kita lawan," ujar Deng Ical.

Peran Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam mengantisipasi masalah peredaran Narkotika dan obat terlarang. Di antaranya melalui Dinas Pendidikan melakukan edukasi terhadap anak didik, terkait masalah dan pengaruh buruk narkotika bagi masa depan bangsa.

Dinas Kesehatan dengan melakukan pengawasan secara terus menerus terhadap penjualan dan peredaran obat-obatan di seluruh apotik dan toko obat di Kota Makassar. Menggerakkan potensi RT/RW, Kelurahan dan Kecamatan untuk melakukan pengawasan bersama masyarakat.

Sementara itu, Ketua YKP2N, Andi Sulolipu berharap dukungan Pemkot Makassar mengenai masalah narkotika ini, terutama masalah pendidikannya yang sempat terputusa karena menjalani masa rehabilitasi.

"Sejumlah pecandu yang terjaring, rata-rata mereka menjalani rehabilitasi sehingga berhenti sekolah. Rata-rata anak di bawah umur ini menggunakan lem, ada juga ekstasi, ganja, sabu dan heroin," jelasnya.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026