PHDI Makassar sarankan majikan daftarkan BPJS untuk PRT

id bpjs kesehatan, pembantu rumah tangga, phdi

"PRT adalah orang yang juga turut berjasa menunjang karir majikan di luar rumah, jadi jangan sampai ketika sakit malah tidak dipedulikan oleh majikan," katanya di Makassar, Selasa.
Makassar (ANTARA Sulsel) - Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Makassar I Nyoman Suparta menyampaikan majikan sebaiknya mendaftarkan Pekerja Rumah Tangga (PRT) mereka dalam kepesertaan BPJS Kesehatan.

"PRT adalah orang yang juga turut berjasa menunjang karir majikan di luar rumah, jadi jangan sampai ketika sakit malah tidak dipedulikan oleh majikan," katanya di Makassar, Selasa.

Dia mengemukakan hal itu usai menerima perwakilan International Labour Organisation (ILO) Promote Project Sulsel Rasyidi Bakry dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sulsel, Warida Syafei, serta Forum Pemerhati Masalah Perempuan (FPMP) Sulsel, Rizky Awalita.

Menurutnya, dengan mengikutkan PRT dalam kepesertaan BPJS, maka tentu akan meringankan beban majikan sendiri, karena kalau sakit beban biaya akan jadi lebih ringan karena ditanggung asuransi.

Kegiatan anjangsana ini adalah salah satu upaya ILO dan mitra kerjanya di Makassar untuk terus mempromosikan kerja layak dan bermartabat untuk PRT dan penghapusan PRT Anak.

Anjangsana berlangsung selama lebih kurang satu jam dengan mengambil tempat di ruang kerja Suparta di Gedung BPR Hasamitra Makassar.

Warida Syafei dari LPA menyampaikan bahwa sebagai mitra ILO yang fokus pada upaya penghapusan PRT Anak bekerjasama dengan JARAK (Jaringan Advokasi Penanggulangan Pekerja Anak) Jakarta, pelibatan tokoh agama menjadi sangat penting.

Menurut Warida, pelibatan tokoh agama ini karena masyarakat Indonesia memiliki keterikatan kuat dengan nilai keagamaan baik Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha, Konghuchu dan lainnya.

"Tokoh-tokoh agama telah berproses dalam menyebarkan nilai kebaikan dan mengajak ummat ke jalan kebaikan. Sosok panutan bagi ummat, sehingga perlu diperluas perannya untuk menjadi bagian dari pemberi solusi terhadap permasalahan sosial, salah satunya adalah Perlindungan Pekerja Rumah Tangga," katanya.

Karakteristik PRT / Pekerja Rumah Tangga Anak (PRTA) diidentifikasi sebagai pekerjaan di sektor domestik yang terisolisasi dan rentan terjadi kekerasan, sehingga membutuhkan kesadaran yang tinggi bagi pengguna yang notabene pemeluk agama, agar mereka memperoleh perlakuan yang baik.

"Dengan ketokohan dan kewibawaannya, tokoh agama dapat menyadarkan tentang pentingnya memberikan kerja layak bagi PRT dan Penanggulangan PRTA kepada masyarakat, khususnya pada jamaah yang memiliki PRT/PRTA di rumahnya," katanya.

Di akhir kegiatan, Warida Syafei mengundang perwakilan dari PHDI untuk hadir dalam kegiatan Lokakarya Penguatan Peran Tokoh Agama dalam Mempromosikan Kerja Layak Bagi Pekerja Rumah Tangga (PRT) dan

penanggulangan Pekerja Rumah Tangga Anak (PRTA) makassar, yang akan dilaksanakan pada awal Mei 2016.

Atas undangan tersebut, Suparta menyatakan kesediaan untuk mengutus empat orang perwakilan PDHI. Selain itu, Suparta juga menawarkan kepada ILO dan mitra untuk suatu waktu dapat hadir dalam kegiatan keagamaan PDHI, guna mensosialisasikan isu "Kerja Layak untuk PRT dan Penghapusan PRT Anak".
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar