Logo Header Antaranews Makassar

Pemkab Gowa canangkan kota tanpa kumuh

Selasa, 10 Mei 2016 12:11 WIB
Image Print
Tugu Perbatasan Gowa - Makassar (Foto ANTARA / Agus Setiawan) (1)

Gowa, (Antara Sulsel) - Pemerintah Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan mencanangan Gowa Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) bertepatan dengan kunjungan kerja Bupati dan Wakil Bupati Gowa ke Kelurahan Mawang Kecamatan Somba Opu, Selasa.

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan YL mengatakan Program Kotaku merupakan program pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat untuk mempercepat penanganan kumuh perkotaan.

"Gerakan 100-0-100 merupakan inti dari program ini antara lain menargekan penyediaan 100 persen akses aman air minun, nol persen kawasan permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak," katanya.

Adnan menyampaikan target dari Program Kotaku yakni menjadi kota bebas sampah.

"Kami berharap kota Somba Opu tidak ada kumuh ke depan. Selain itu saya menargetkan kota Sungguminasa tidak ada sampah. Pemkab akan menfasilitasi dengan infranstruktur. Saya harap masyarakat berpartisipasi menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah," ujar Adnan di hadapan warga Somba Opu.

Dia mengatakan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dilaksanakan di 269 kabupaten/kota.

"Peran pemerintah daerah pada Program Kotaku sangat strategis dan penting sebagai pengendali program di wilayahnya karena pemerintah kabupaten/kota berperan sebagai regulator yang mengakomodasi berbagai aspirasi pelaku pembangunan permukiman dengan tetap memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku," katanya.

Kabupaten Gowa merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kota Sungguminasa. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.883,32 kilometer persegi dan berpenduduk lebih kurang 652.941 jiwa.

Gowa memiliki sejumlah kecamatan yakni Bajeng, Bajeng Barat, Barombong, Biringbulu, Bontolempangan, Bontomarannu, Bontonompo, Bontonompo Selatan, Bungaya, Manuju, Pallangga, Pattallassang, Parangloe, Parigi, Somba Opu, Tinggimoncong, Tombolo Pao dan Tompobulu.



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026