Pangdam dan Kapolda Sulselbar buka liga Ramadhan

id liga ramadhan, pangdam vii/wirabuana

"Kita memohon dan berharap dukungan seluruh komponen untuk terus dapat bekerja sama demi suksesnya...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Panglima Kodam VII/Wirabuana Mayjen TNI Agus Surya Bakti bersama Kapolda Sulsel Irjen Pol Anton Charliyan membuka secara resmi turnamen sepak bola Liga Ramadhan XIII di Lapangan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Anton Charliyan di Makassar, Sabtu, menyatakan pelaksanaan Liga Ramadhan yang sudah ke-13 kalinya ini merupakan momentum mempererat tali silaturahmi antara kepolisian dan Kodam VII Wirabuana.

"Kita memohon dan berharap dukungan seluruh komponen untuk terus dapat bekerja sama demi suksesnya dan lancarnya kegiatan ini (Liga Ramadhan)," jelasnya.

Sementara Pangdam VII Wirabuana Agus Surya Bakti dalam sambutannya menyampaikan agar seluruh elemen masyarakat menjaga semangat kebersamaan dalam bingkai nasionalisme termasuk dalam setiap pertandingan.

"Kita harus terus menjunjung sikap sportivitas dan menghargai bulan puasa ini. Kita juga untuk terus menjaga semangat nasionalisme," ujarnya.

Ketua panitia pelaksana Herman Rante mengatakan, turnamen yang diikuti 32 klub ini tentunya lebih bergengsi karena memperebutkan Piala Pangdam VII Wirabuana dan Kapolda Sulselbar.

"Liga Ramadhan yang merupakan satu-satunya turnamen sepakbola amatir yang eksis dilaksanakan sejak 2003 ini akan lebih spesial dan bergengsi karena memperebutkan piala bergilir Piala Pangdam VII Wirabuana dan Kapolda Sulselbar," jelasnya.

Selain memperebutkan piala Pangdam dan Kapolda, kata dia, pelaksanaan turnamen kali juga menyiapkan total hadiah uang pembinaan sebesar Rp 45 juta. Rinciannya juara satu Rp 20 juta, juara dua (Rp 10 juta) dan juara tiga bersama masing-masing Rp 5 juta dan top scorrer. Panitia juga akan memilih tim fair play.

Koordinator pertandingan, Syafril Lili mengatakan pada keesokan harinya Minggu (28/5) dilanjutkan dengan pembukaan partai pertama. Pelaksanaan tarkam bergengsi di Sulsel ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Sebab, menurut dia, untuk pengamanan selama pelaksanaan turnamen akan diambil alih oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom) VII/Wrb dan Polda Sulselbar. Ini juga sebagai respon terhadap kejadian atau terjadinya kerisuhan pada pelaksanaan tahun lalu.

"Jadi kami tidak main-main dalam pelaksanaan turnamen kali ini. Segala kekurangan yang terjadi pada turnamen tahun-tahun sebelumnya, tentunya menjadi fokus dari panitia untuk bisa menjalankan dengan sukses," ujarnya.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar