
Pedagang diminta tertib tidak gunakan badan jalan

"Kita mengerti kalau bulan Ramadhan ini omzet mereka meningkat dan di sinilah mereka mencari tambahan penghasilan...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Sejumlah pedagang kaki lima yang banyak memanfaatkan momen bulan Ramadhan ini untuk berjualan diminta untuk tertib dan tidak mengambil badan jalan sebagai tempat jualan.
"Kita mengerti kalau bulan Ramadhan ini omzet mereka meningkat dan di sinilah mereka mencari tambahan penghasilan. Tapi perlu juga diingat agar tertib," ujar Camat Ujung Pandang Andi Zulkifli di Makassar, Kamis.
Dia mengatakan, mengambil badan jalan untuk berjualan punya dampak yang cukup besar bagi warga khususnya pengendara roda dua maupun roda empat.
Dia mengaku dengan menggunakan badan jalan, apalagi jika itu adalah jalan utama akan membuat macet. Karenanya, dirinya meminta pengertian dari para pedagang untuk tertib dan tidak mengganggu pengendara.
"Jangan hanya untuk mencari keuntungan, lantas mengganggu kenyamanan orang lain. Hargailah pengendara dan jangan membuat dampak kemacetan," katanya.
Camat bersama lurah menggunakan pola persuasif dalam mendekati warga saat melakukan pemantauan dan penertiban pedagang kaki lima di wilayahnya khususnya Jalan Pasar Ikan dan Penghibur.
Para pedagang diingatkan untuk tidak berjualan di bahu jalan maupun di badan jalan karena kerap menyebabkan kemacetan dan gangguan lainnya, apalagi Jalan Pasar Ikan dan Penghibur merupakan jalan utama.
Diketahui, Pemkot Makassar pada 2016 ini sedang fokus melakukan penertiban terhadap PKL yang berada di bahu jalan untuk berjualan. Seluruh SKPD diperintahkan untuk menggalakkan program penertiban PKL yang amburadul menghiasi pinggir jalan di Makassar.
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
