Kemenristek Dikti gelar Anugerah Karya Iptek Nasional

id dirjen penguatan inovasi, anugrah karya iptek nasional, jumain appe

Kemenristek Dikti gelar Anugerah Karya Iptek Nasional

Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristek Dikti, Dr Ir Jumain Appe (kedua kiri) saat membahas Anugrah Karya Iptek Nasional (ANTARA FOTO/Suriani Mappong)

"Kemandirian dan daya saing sebuah bangsa adalah upaya berkesinambungan yang berawal dari penciptaan prakondisi...
Maakassar (ANTARA Sulsel) - Dirjen Penguatan Inovasi Dr. Ir. Jumain Appe mengatakan, untuk mendorong percepatan kemandirian dan daya saing bangsa, Kemenristek Dikti menggelar Anugrah Karya Iptek Nasional.

"Kemandirian dan daya saing sebuah bangsa adalah upaya berkesinambungan yang berawal dari penciptaan prakondisi yang kondusif untuk menjamin kelancaran aliran Iptek sebagai trigger bagi peningkatan iklim inovasi secara holistik," kata Jumain dalam keterangan persnya, Rabu.

Dia mengatakan, proses percepatan menuju kemandirian dan daya saing bangsa Indonesia harus diikuti dengan penyiapan bauran kebijakan, agar para pelaku inovasi terpacu dalam mewujudkan ide kreatif melalui aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat, baik dalam penciptaan nilai tambah secara komersil, ekonomi maupun sosial-budaya.

Berkaitan dengan hal itu, maka pada rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-21 pada 2016, Kemenristek Dikti menyelenggarakan "Penganugerahan Karya IPTEK Nasional 2016".

Sementara itu, menurut Direktur Sistem Inovasi Dr Ir Ophirtus Sumule, DEA yang juga selaku Ketua Harian Panitia Nasional Hakteknas ke-21, mengungkapkan bahwa tujuan penyelenggaraan Penganugerahan Karya Inovasi Nasional 2016 untuk mendorong peningkatan kemampuan Iptek, yang diikuti dengan penguatan inovasi nasional untuk mendukung kemandirian dan daya saing bangsa Indonesia.

Selain itu, untuk membangun iklim kondusif penguatan dan pengembangan inovasi sebagai "outreach" dari riset Iptek dalam penciptaan nilai tambah secara komersil, ekonomi dan sosial-budaya secara berkelanjutan.

"Termasuk memberikan dorongan kepada para pelaku inovasi (individu, organisasi, lembaga) agar dapat terpacu dalam mewujudkan ide kreatif dalam penciptaan nilai tambah, baik sebagai individu maupun melalui kemitraan dan kerja sama antarunsur inovasi," katanya.

Karya inovasi ini berasaskan kebebasan akademik, partisipatif, keterbukaan, akuntabilitas, manfaat dan keberlanjutan. Kepesertaan bersifat terbuka bagi setiap WNI, kementerian, lembaga, organisasi, pemerintah daerah (provinsi dan kabupaten/kota), perguruan tinggi, perusahaan maupun masyarakat.

Karya yang dilombakan adalah tunggal, dalam arti objek yang didaftarkan dalam lomba tidak sedang didaftarkan atau pernah memenangkan lomba dalam kegiatan lain atau serupa baik di dalam, maupun di luar negeri.

Adapun sistem penilaian melalui tiga tahap proses inovasi, yakni Approach, akan difokuskan untuk penilaian bidang perencanaan (inisiasi).

Untuk Deployment dilakukan untuk penilaian bidang kapasitas SDM (kompetensi), infrastruktur (peralatan dan metode), budaya inovasi, serta sistem informasi (dokumentasi) dan resultakan menekankan pada hasil inovasi, khususnya berkaitan dengan potensi penciptaan nilai tambah secara komersil, ekonomi maupun sosial-budaya.

Pembukaan lomba karya inovasi dan pengisian kuesioner mulai 20 Juni - 10 Juli 2016. Untuk keterangan lebih lanjut, dapat mengakses web resmi:http://hakteknas.ristekdikti.go.id atau email adawiyah67@yahoo.com.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar