
Pantai Losari Lokasi "Ngabuburit" Andalan Makassar

Oleh Suriani Mappong
Makassar (ANTARA Sulsel) - Menyebut nama Pantai Losari, hampir tak satu orang warga Makassar pun yang tidak kenal lokasi itu, tanpa mengenal batasan umur dan strata ekonomi.
Di lokasi bagian barat Kota Makassar ini, terdapat anjungan yang mampu menampung sedikitnya seribu orang yang ingin menikmati matahari terbenam sambil menunggu beduk buka puasa yang lebih dikenal di Jawa Barat dengan istilah "ngabuburit'.
"Kami senang menunggu buka puasa di sini, karena bisa memancing dan menikmati matahari terbenam," kata salah seorang pengujung Pantai Losari, Syamsidar.
Selain itu, lanjutnya, untuk mendapatkan hidangan buka puasa mulai dari jajanan hingga aneka makanan cukup banyak tersedia di sepanjang pantai yang searah dengan Pelabuhan Makassar.
Hal senada diungkapkan salah seorang ibu rumah tangga Hj Norma yang berdomisili di Jalan Batua Raya, Makassar. Menurut dia, dalam sekali sepekan keluarganya menyempatkan diri menikmati hidangan buka puasa di kawasan Pantai Losari.
"Ini juga sebagai ajang rekreasi keluarga, dan dengan dana Rp50 ribu - Rp100 ribu kami berempat bisa menikmati minuman dan makanan yang dijajakan warung ataupun restoran mini di sepanjang Jalan Penghibur atau kawasan Losari," katanya.
Bagi yang memiliki dana lebih banyak, dapat memilih lokasi "ngabuburit" di sejumlah hotel dan restoran mewah yang berhadapan langsung dengan Pantai Losari seperti Hotel Aryadutha, Makassar Golden Hotel dan Losari Beach Hotel.
Sekitar 100 meter dari lokasi hotel tersebut, juga terdapat warung makan sari laut yang menawarkan aneka menu ikan laut dan seafood dengan harga yang cukup terjangkau di antaranya Rumah Makan Lae-Lae dan Rumah Makan Kayangan.
Namun bagi yang berkantong sedikit tipis, cukup memilih aneka menu di kawasan pusat jajanan di gerbang Tanjung Bunga dibagian selatan Pantai Losari.
Di lokasi tersebut, aneka menu tradisional seperti coto Makassar, Pallubasa, sop konro dan kepala ikan dapat menjadi alternatif hidangan buka puasa. Selain itu, juga terdapat aneka menu mie, bakso dan makanan Padang.
"Menunggu buka puasa di Loasari, memang cocok untuk semua kalangan, karena banyak pilihan jajanan dan makanan mulai dari harga Rp5.000 hingga ratusan ribu rupiah," kata pengunjung Losari, Yahya yang setiap hari Sabtu dan Minggu bersama teman-temannya "ngabuburit" di wisata andalan Makassar itu.
Wisata Bahari
Pantai Losari selain merupakan lokasi "ngabuburit" andalan Kota Makassar, juga sudah ditetapkan sebagai lokasi wisata bahari oleh Pemerintah Kota Makassar.
Setiap sore, di lokasi tersebut dapat disaksikan aktivitas alat transportasi pantai berupa perahu mesin yang mampu memuat sekitar 15 orang penumpang yang ingin menikmati pulau-pulau di sekitar Pantai Losari yakni Pulau Kayangan dan Lae-Lae.
Bahkan, bagi yang ingin menikmati buka puasa di atas perahu terpung juga ada. Perahu kayu yang mirip sampan akan membawa penumpang ke perahu induk yang berlabuh di tengah pantai.
Lain halnya yang hanya ingin sekedar "ngabuburit" sambil menikmati panorama pantai, dapat memilih "perahu bebek" yang dikayuh sendiri oleh penumpangnya yang biasanya terdiri dari dua hingga empat orang.
"Pantai Losari merupakan salah satu wisata bahari yang kami tawarkan bagi pengujung Kota Makassar, selain itu juga terdapat 11 pulau yang tersebar di tiga kecamatan," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Makassar Eddy Kosasi Parawansyah.
Berkaitan dengan hal tersebut, lanjutnya, pada 9 - 10 Oktober 2009 Pemkot Makassar akan menggelar "Visit Losari". Pada kegiatan tersebut Pemkot mengundang 20 provinsi di Indonesia untuk berpartisipasi pada ajang festival seni budaya.
Dia mengatakan, selama dua hari dua malam, aneka atraksi budaya yang berasal dari Makassar dan 23 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama dengan duta budaya provinsi lainnya akan menghibur 1,4 juta warga Kota Makassar.
"Selain atraksi budaya, aneka menu tradisional Bugis Makassar juga akan ditawarkan kepada pengujung dengan harga terjangkau," ujarnya.
Dengan demikian, wajar jika potensi Pantai Losari selalu menjadi ikon untuk mempromosikan kota yang menjadi pintu gerbang Kawasan Timur Indonesia (KTI) ini. Sehingga ada kata kiasan yang menyebutkan, belum afdol kunjungan seseorang ke Sulsel jika belum menikmati kuliner dan keindahan Pantai Losari.
(T.S036/J006)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
