Koordinator olahraga kecamatan Makassar diminta lebih fokus

id koni makassar, porkot makassar 2016, agar jaya

"Kualitas Porkot lalu memang lebih ketat dan kita juga mempertandingkan lebih banyak cabang olahraga...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Makassar meminta koordinator olahraga yang telah dibentuk di setiap kecamatan untuk terus fokus dalam mengembangkan pembinaan dan potensi atlet di wilayah masing-masing agar bisa menjadi andalan di ajang nasional hingga internasional.

Ketua KONI Makassar, Agar Jaya di Makassar, Rabu, mengatakan koordinator olahraga kecamatan ini memang sudah terlibat langsung saat pelaksanaan Peka Olahraga Kota (Porkot) Makassar 2016.

"Kualitas Porkot lalu memang lebih ketat dan kita juga mempertandingkan lebih banyak cabang olahraga. Makanya kita harapkan koordinator kecamatan semakin sigap dalam melairkan atlet terbaik di wilayah masing-masing," jelasnya.

Pembinaan atlet di setiap kecamatan di Makassar juga menjadi perhatian khususu dari Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto.

Ini juga sebagai upaya untuk bisa memaksimalkan seluruh potensi yang ada. Apalagi tujuannya tentu untuk bisa mengharumkan nama Makassar baik di ajang lokal, nasional hingga internasional.

Untuk ajang lokal sendiri tentunya saja pelaksanan Pekan Olahraga Daerah (Porda) yang dilaksanakan setiap empat tahun sekali.

Pada pelaksanaan Pordai XV di Kabupaten Bantaeng, kontingen Kota Makassar tetap mampu menjaga tradisi dan statusnya sebagai juara bertahan secara beruntun.

"Kita awali pembinaan daritingkat kecamatan. Itulah mengapa koordinator olahraga kita bentuk untuk bisa melihat dan mengembangkan pembinaan atlet di wilayah masing-masing," ujarnya.

Sementara itu, KONI Makassar juga menjanjikan bonus Rp 20 juta bagi atlet peraih emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat, September 2016.

Jumlah bonus yang disiapkan itu berlaku bagi atlet perorangan ataupun beregu untuk PON dan Paralimpik 2016.

Sementara untuk peraih medali perak, kata dia, akan diberikan sebanyak Rp 15 Juta baik perorangan ataupun beregu atau tim, serta 10 juta bagi atlet peraih medali perunggu di ajang olahraga terbesar di Indonesia tersebut.

"Jadi angkanya kita naikkan dua kali lipat dibandingkan pelaksanaan PON Riau 2016. Ini sesuai komitmen Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto yang begitu memberikan perhatian besar bagi atlet berprestasi," sebutnya.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar