Logo Header Antaranews Makassar

Pedagang di Al-Markaz bongkar sendiri lapaknya

Selasa, 13 September 2016 22:43 WIB
Image Print
Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto memantau pembongkaran lapak PKL di sekitar Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar, Selasa (13/9). (FOTO/Humas Pemkot Makassar)
"Mereka semua membongkar sendiri lapaknya tanpa harus bentrok dengan anggota Satpol...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Puluhan pedagang kaki lima di Jalan Sunu yang sudah bertahun-tahun berjualan di beberapa sisi Masjid Al-Markaz Al-Islami membongkar lapaknya tanpa harus bersitegang dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

"Mereka semua membongkar sendiri lapaknya tanpa harus bentrok dengan anggota Satpol. Di beberapa daerah di Indonesia selalu ada berita bentrokan tapi pedagang kaki lima, di sini semuanya mengerti," ujar Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto di Makassar, Selasa.

Sebelum pembongkaran lapak pedagang di sepanjang pedestrian Jalan Sunu itu, dirinya sudah sering mengundang para pedagang ke rumah jabatannya untuk membahas rencana relokasi itu.

Dengan komunikasi yang dilakukan secara berulang kali serta pendekatan persuasi dari para aparatnya dalam hal ini kelurahan dan kecamatan, akhirnya para pedagang sepakat untuk direlokasi.

"Satu kesyukuran karena mereka sendirilah yang membongkar lapak jualannya secara sukarela tanpa adanya bentrokan. Saya memprioritaskan mereka menempati tempat baru. Tidak boleh ada yang masuk sebelum PKL Sunu," katanya di hadapan para pedagang.

Wali kota yang turun langsung memantau pembongkaran itu juga banyak berbincang dengan para pedagang dan bahkan menjanjikan tempat yang lebih bagus untuk berjualan.

Ia juga menyatakan, pedagang kaki lima di Jalan Sunu adalah yang utama dari PKL lainnya karena kesadaran yang ditunjukkan dalam membongkar lapaknya itu.

Pemerintah Kota Makassar mencanangkan pembangunan pusat kaki lima di beberapa titik strategis dan tidak lagi mengizinkan adanya aktivitas jual beli di atas jalur pedestrian.

Danny mengatakan di era pemerintahannya, ia tidak akan pernah melakukan penggusuran, namun akan melakukan penataan dengan merelokasi pedagang yang telah ada dan terdata oleh pemerintah setempat di lokasi yang lebih layak secara gratis.

"Saya berjanji tidak akan menggusur tapi hanya memindahkan saudara-saudara ke tempat yang lebih layak. Kita mau lihat kota ini teratur dan cantik, makanya dukung kami," katanya.

Sebanyak 7.600 PKL di Makassar akan direlokasi ke tempat yang telah disiapkan pemerintah. Sedangkan jumlah pedagang kaki lima Jalan Sunu yang telah membongkar lapaknya itu sebanyak 47 dan siap untuk ditempatkan oleh pemerintah.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026