KRI Dewaruci bawa taruna ASEAN ke Makassar

id kri dewaruci, lantamal vi, cadet asean sail 2016

KRI Dewaruci bawa taruna ASEAN ke Makassar

Sejumlah Kadet KRI Dewaruci melambaikan tangan saat akan sandar di Dermaga Layang Lantamal VI, Makassar, Selasa (20/9). (ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang)

"Ini merupakan kebanggaan karena Makassar menjadi salah satu tujuan praktik pada kegiatan Cadet ASEAN Sail 2016...
Makassar (ANTARA Sulsel) - KRI Dewaruci membawa kadet atau taruna perwakilan dari tujuh negara ASEAN ke dermaga Lantamal VI, Makassar, Sulawesi Selatan.

"Ini merupakan kebanggaan karena Makassar menjadi salah satu tujuan praktik pada kegiatan Cadet ASEAN Sail 2016," kata Laksamana Pertama TNI Yusup di sela-sela penerimaan taruna perwakilan tujuh negara ASEAN di Makassar, Selasa.

Menurut dia, Kapal Dewaruci yang dibuat pada tahun 1953 adalah kapal yang penuh heroisme. Di negara pembuatnya, Jerman, sudah tidak ada kapal yang sama.

Dalam sejarahnya, pembuatan KRI Dewaruci bersamaan dengan kapal untuk Jerman dan Yugoslavia. Namun kedua kapal tersebut sudah tenggelam.

Sementara itu, Komandan KRI Dewaruci Letkol Laut (P) Widiyatmoko Baruno Aji mengatakan, melalui kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat taruna-taruna ASEAN yang kelak akan menjadi pemimpin di organisasi militer di negara masing-masing.

"Masa depan negara tersebut di tangan pemimpin yang dilatih di sini," katanya.

Para taruna yang berasal dari Malaysia, Thailand, Filipina, Kamboja, Myanmar, dan Vietnam ini sebelum tiba di Makassar terlebih dahulu mengunjungi Lombok dan Bali.

Setelah berkunjung ke pejabat Muspida di Makassar, para taruna akan memanfaatkan waktunya pada 20-23 September 2016 untuk mengunjungi sejumlah tempat wisata di Sulsel, seperti Benteng Rotterdam di Makassar dan tiga lokasi wisata di Kabupaten Maros.

Ketiga destinasi wisata itu adalah taman wisata alam Bantimurung, taman arkeologi Leang-Leang, dan kawasan pegunungan karst Rammang-Rammang.

Sementara itu, salah seorang perwakilan taruna asal Filipina Elao mengatakan, kegiatan ini penting bagi mereka karena dapat mempertemukan para taruna dari berbagai negara untuk bertukar pikiran dan pengalaman.

"Selain itu juga membantu kami memperkuat hubungan sebagai suatu keluarga besar," ujarnya. 
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar