Sabtu, 21 Oktober 2017

BMKG Sulsel imbau nelayan urungkan sementara melaut

id bmkg sulsel, nelayan, sujarwu, gelombang tinggi
BMKG Sulsel imbau nelayan urungkan sementara melaut
Nelayan membawa jerigen minyak menuju kapalnya yang bersandar di Pelabuhan Rakyat Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (9/10). Sejumlah nelayan tidak melaut akibat buruknya cuaca beberapa hari terakhir. (ANTARA FOTO/Darwin Fatir)
"Memasuki awal musim penghujan diminta agar nelayan berhati-hati melaksanakan perjalanan laut ...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Selatan mengimbau para nelayan mengurungkan niatnya sementara untuk melaut karena gelombang tinggi akan terjadi dalam satu dua hari ini.

"Memasuki awal musim penghujan diminta agar nelayan berhati-hati melaksanakan perjalanan laut karena gelombak ombak diprediksi mengalami kenaikan hingga pada besok," kata Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa BMKG Wilayah IV Makassar, Sujarwo di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu.

Menurutnya, berdasarkan prediksi bulan ini gelombang tinggi akan terjadi pada daerah perairan di Sulsel termasuk Sulbar. BMKG memperkirakan potensi gelombang tinggi antara 1,25-2,5 meter.

Gelombang tersebut diperkirakan terjadi di Selat Makassar bagian selatan, kemudian di perairan Kepulauan Sabalana, lalu perairan Kepulauan Selayar, Teluk Bone bagian Selatan, dan Laut Flores.

Kecepatan angin rata-rata 20-25 kilo meter perjam dengan intesitas hujan ringan dan sedang, dengan kelembaban udara 65-85 persen dan suhu antara 23-30 derajat celsius secara bervariasi pada 24 kabupaten di Sulsel.

"BMKG Sulsel menghimbau bulan ini curah hujan mulai mengalami peningkatan termasuk dengan gelombang laut diperkirakan tinggi, bagi nelayan maupun masyarakat dihimbau agar tetap berhati-hati melaksanakan perjalanan di laut karena cuaca tidak memungkinkan," tambahnya.

Sementara itu puluhan kapal nelayan yang sandar di Pelabuhan Rakyat Paotere, Makassar, Sulsel masih tetap bertahan. Beberapa nelayan menambatkan kapalnya di pelabuhan itu untuk membeli kelengkapan melaut sambil menunggu cuaca membaik.

"Sudah beberapa hari ini mendung terus dan katanya gelombang sedang tinggi. Kami terpaksa berlabuh sementara dan melengkapi perlengkapan termasuk makanan untuk persian melaut bila cuaca kembali normal," sebut seorang nelayan Daeng Taba.

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga