
Kabupaten Maros kekurangan guru SD 703 orang

"Dari total jumlah 224 Sekolah Dasar di Maros, yang siswanya kurang dari 16 orang per kelompok...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Tim pendamping dari USAID Prioritas menyebutkan untuk tenaga pendidik di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan masih kekurangan 703 orang guru Sekolah Dasar.
"Dari total jumlah 224 Sekolah Dasar di Maros, yang siswanya kurang dari 16 orang per kelompok, sekolah-sekolah ini juga masih kekurangan guru PNS, jika ditotal jumlahnya ada 703 orang," sebut Koordinator Provinsi USAID Prioritas Sulsel Jamaruddin dalam siaran persnya diterima di Makassar, Jumat.
Menurut Jamaruddin saat rapat dengar pendapat dengan komisi III Pendidikan DPRD Maros di Ruang Rapat DPRD Maros, Sulsel, dari data total 720 guru mata pelajaran di SMP yang ada di Maros, terdapat 450 guru masih kekurangan jam mengajar.
Dari data tersebut yang telah disampaikan diharapkan bisa menjadi dasar kebijakan Dinas Pendidikan di Maros termasuk masukan kepada anggota Komisi III yang membidangi pendidikan.
"Itu amat banyak. Lebih baik sebagian mereka dipindahkan mengajar di SD, sehingga kekurangan guru di SD bisa terpecahkan dan dapat memenuhi syarat sertifikasi mengajar 24 jam," ujar Jamaruddin.
Selain itu, tantangan yang lainnya adalah belum adanya strategi komprehensif dan berkelanjutan dalam pengembangan dan pembinaan kompetensi guru di sejumlah sekolah.
"Wadah pertemuan rutin guru seperti KKG dan MGMP harus harus dijadikan tempat untuk meningkatkan kompetensi guru dengan skema, standar kualifikasi dan pendanaan yang jelas," ujarnya.
Pihaknya berharap diseminasi program pembelajaran dan Manajemen Berbasis Sekolah yang telah diberikan USAID Prioritas, ke depan bisa dilembagakan melalui kebijakan dan pendanaan dari Pemerintah Daerah.
Sehingga ketika program ini selesai pengalaman yang ditinggalkan USAID April 2017 nanti bisa menjamin praktik baik tetap berlanjut. Meski demikian, Kabupaten Maros perlu menyusun kebijakan dan strategi yang komprehensif sebagai kabupaten literasi.
Ketua DRPD Maros Chaidir Syam pada kesempatan itu berharap semua data dan masukan kebijakan diusulkan USAID Prioritas secepatnya bisa dibuatkan formulasi dan akan didukung sepenuhnya Komisi III Sebagai masukan dalam penentuan kebijakan pemerintah daerah.
"Program USAID Prioritas yang bagus ini jangan tidak berlanjut, pemerintah daerah harus melanjutkannya saat USAID Prioritas sudah tidak ada lagi di Maros," papar dia.
Sementara anggota Komisi III DPRD Maros , Fitriani menambahkan akan berencana memanggil perusahaan-perusahaan untuk bekerja sama memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung program literasi di Maros.
"Mereka bisa ikut menyumbang pendirian taman baca, pengadaan buku dan sebagainya. Tentu akan kita panggil dan menggagas program literasi di Maros," katanya.
Pewarta : Darwin Fatir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
