Pelajar Sulsel pecahkan rekor menari 24 jam

id festival pelajar, menari

"Banyak rekor yang tercatat selama tiga hari pelaksanaan Festival Pelajar Sulsel...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Sebanyak 1.090 dari 7.000 orang lebih pelajar di Sulawesi Selatan yang mengikuti Festival Pelajar juga berhasil mencatat rekor baru dengan menari selama 24 jam penuh tanpa jeda.

"Banyak rekor yang tercatat selama tiga hari pelaksanaan Festival Pelajar Sulsel, dan salah satunya menari 24 jam nonstop," ujar Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo, di Makassar, Minggu.

Ia mengatakan, selama 24 jam tanpa jeda menari itu dibawakan oleh para pelajar sekolah menengah atas maupun Kejuruan (SMA/SMKK) dengan berbagai macam tarian dan etnis di Indonesia.

Tidak terkecuali tarian empat etnis milik Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat yang sudah dikenal secara luas di luar Sulselbar ini. Tarian empat etnis yang menjadi pembuka adalah dari adat Makassar, Bugis, Toraja, dan Mandar.

Sedangkan tarian lainnya yang dibawakan oleh para siswa adalah gabungan tarian dari beberapa suku dan etnis di Indonesia yang menjadi adat budaya dari rakyat Indonesia.

"Tarian ini dimulai Sabtu 15 Oktober pagi dan berakhir Minggu pagi tadi. Tarian ini sempat menyita perhatian ribuan warga Sulsel yang berdatangan ke Pantai Losari," katanya pula.

Pemecahan rekor Musem Rekor Dunia-Indonesia (MURI) selain dari menari selama 24 jam tanpa jeda itu, yakni pembuatan kue tertinggi 19 meter, kemudian merakit laptop oleh pelajar SMK dengan 1.003 orang siswa.

Dalam festival pelajar yang mengambil beberapa anjungan itu dipadati stan pelajar berjumlah sekitar 100, dan menjadi tempat pameran dari karya-karya inovatif para pelajar.

Pada Festival ini juga, Dinas Pendidikan Sulsel menggelar tidak kurang dari 31 kompetisi dan tujuh pementasan untuk melatih para siswa menjadi terbiasa dengan kompetisi atau persaingan.

"Ini merupakan salah satu yang terbesar yang pernah ada di Indonesia. Ajang ini selain sebagai momentum silaturahmi, juga sebagai bentuk upaya meningkatkan semangat dalam membangun prestasi yang lebih baik di dunia pendidikan," katanya pula.

Festival Pendidikan ini dijadwalkan dibuka Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, dan dihadiri sekitar 7.000 peserta yang terdiri dari guru dan murid sekolah menengah atas (SMA), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP), serta SMK.

Beberapa karya spektakuler yang dipamerkan adalah robot pemungut sampah bernama Ewako, modifikasi bidang otomotif, serta kemampuan siswa SMK merakit dan membuat program komputer.

Selain itu, juga ada kompetisi yang dipertandingkan antara lain lomba adzan, melukis, pertandingan futsal, basket, MTQ tingkat pelajar, lomba sains, design grafis dan pentas seni.

Berbagai kompetisi ini, kata dia, telah menggunakan standar nasional, sehingga para siswa dapat bersaing dengan standar yang sama.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar