
Unhas-PT Mars Science Indonesia tangani limbah kakao

"Dalam proses penelitiannya, juga akan melibatkan dosen Fakultas Peternakan Unhas dan mahasiswa S-1...
Makassar (ANTARA Sulsel) - PT Mars Symbio Science Indonesia - Makassar menggandeng Universitas Hasanuddin dalam melaksanakan kegiatan riset dan pengembangan teknologi dengan program penanganan limbah kakao.
Peneliti Fakultas Peternakan Unversitas Hasanuddin yang diketuai Dr Syahdar Baba, beranggotakan Renny Fatmyah Utamy PhD, Dr M Ihsan A Dagong, Dr Fatma Maruddin, M Risal MSi, akan meneliti potensi pemanfaatan pulp tersebut sebagai pupuk organik cair, pupuk hayati, starter mikroba dan pakan pelengkap pengganti molasses.
"Dalam proses penelitiannya, juga akan melibatkan dosen Fakultas Peternakan Unhas dan mahasiswa S-1 dari Fakultas Peternakan dan Fakultas Pertanian Unhas," kata Anggota Peneliti Fakultas Peternakan Unhas, Renny Fatmyah Utamy di Makassar, Selasa.
Selain itu, penelitian ini akan dilakukan di Mars Cacao Development Center (MCDC) di Wotu (Luwu Timur) dan Laboratorium yang ada di Fakultas Peternakan Unhas selama kurang lebih tiga bulan.
Hasil penelitian ini, menurut dia, selanjutnya akan dimanfaatkan untuk kepentingan petani kakao dan peternak dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas usahanya sehingga kesejahteraan petani dan peternak akan semakin meningkat.
PT Mars Symbio Science Indonesia merupakan perusahaan Internasional yang bergerak di bidang pengolahan biji kakao.
Perusahaan ini membeli biji basah kakao dari petani dan melakukan pengolahan serta pengeringannya, untuk selanjutnya diolah lagi menjadi produk setengah jadi dalam bentuk powder, cake dan butter untuk diekspor ke pabrik Mars lainnya di beberapa negara di dunia.
Dalam menjalankan proses produksinya, PT Mars Symbio Science Indonesia menggandeng stakeholder termasuk Universitas Hasanuddin, menangani masalah limbah kakao merupakan hasil sampingan dari proses produksinya.
Proses pengolahan biji basah kakao tersebut dilakukan di pabrik pengolahan biji basah PT Mars Symbio Science Indonesia di daerah Wotu (Kabupaten Luwu Timur) dan Noling (Kabupaten Luwu).
Salah satu bentuk kerjasama antara PT Mars Symbio Science dengan Fakultas Peternakan Unhas yang tertuang dalam nomor kontrak 02/SES-MSSI/X/2016 25 Oktober 2016 adalah tentang penanganan pulp kakao menjadi produk yang dapat dimanfaatkan kembali oleh petani atau peternak.
Pulp yang dihasilkan dari proses pengolahan biji basah kakao di daerah tersebut menjadi sebuah permasalahan baru di PT Mars Symbio Science Indonesia yang perlu ditangani dengan baik untuk menghindari timbulnya pencemaran lingkungan. Potensi pulp yang dihasilkan dapat mencapai 7,2 ton per hari.
Pewarta : Abd Kadir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
