
Wawali Makassar dengar langsung keluhan air bersih

"Pak Wawali kami di sini di utara kota tidak butuh program yang mendunia dulu seperti smart city...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Wakil Wali Kota Makassar Dr Syamsu Rizal MI mendengarkan langsung keluhan warga utara kota di Kecamatan Ujung Tanah mengenai susahnya mendapatkan air bersih.
"Pak Wawali kami di sini di utara kota tidak butuh program yang mendunia dulu seperti smart city dan lainnya tapi perhatikanlah kebutuhan primer kami, air bersih pak," ujar salah seorang warga Jalan Sabutung Baru, Aco MH di Makassar, Senin.
Ia mengatakan, kebutuhan air bersih sebagian warga kota lama ini sudah mendesak karena sejak lama air bersih menjadi sesuatu yang susah didapatkan.
Aco bahkan mengaku jika musim kemarau dan musim hujan sama saja karena tetap saja tidak mendapatkan pasokan air bersih.
"Bedanya kalau di musim hujan ada air hujan yang bisa di tadah dan kadang-kadang mengalir airnya tapi lambat sekali. Makanya, kalau bisa program prioritas itu air bersih saja pak Wawali," jelasnya.
Keluhan yang sama dari warga lainnya yakni Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Camba Berua, Kecamatan Ujung Tanah, H Sudi.
Di hadapan Wawali Makassar dirinya sudah bertahun tahun tidak mendapatkan air bersih dan terkadang membeli air dengan cara menyambung ke rumah warga lainnya serta mencari di kecamatan lainnya.
"Kami yang tinggal di sini sangat sulit mendapatkan air bersih. Untuk itu, kami berharap kepada pemerintah Kota Makassar dapat mencarikan solusinya," harapnya
Mendengar keluhan warga, Wakil Walikota Makassar bergelar doktor kebijakan publik ini mengatakan, akan menindak lanjuti secepatnya terkait keluhan warga tentang permasalahan air bersih di kelurahan Camba Berua ini.
"Ini bukan lagi masalah kecil karena sudah tiga kelurahan yang merasakan krisis air bersih. ini perlu difikirkan baik-baik untuk mencari jalan keluarnya sehingga ke depanya masyarakat bisa menikmati kembali air bersih," ucap Deng Ical yang juga ketua PMI kota Makassar.
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
