Senin, 23 Oktober 2017

PJI Sulsel diminta komitmen rawat kemerdekaan pers

id Pji sulsel,, kemerdekaan pers
PJI Sulsel diminta komitmen rawat kemerdekaan pers
Pengurus Daerah Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulsel berfoto bersama usai pelantikan di Grand Hotel Clarion Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (11/12) malam. (ANTARA FOTO/Darwin Fatir)
"Media punya pengaruh besar dalam keberlangsungan demokrasi di Indonesia...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Pengurus Daerah Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulawesi Selatan diminta untuk komitmen merawat kemerdekaa pers karena peran media sangat berpengaruh.

"Media punya pengaruh besar dalam keberlangsungan demokrasi di Indonesia, utamanya di Sulsel, merawat kebebasan pers harus menjadi komitem bersama," kata Asisten IV Pemprov Sulsel Ruslan Abu saat pelantikan PJI Sulsel di Makassar, Minggu malam.

Menurut dia yang mewakili Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, kebebasan pers saat ini sudah menjadi bukti transparasi informasi, hanya saja tidak jarang disalahgunakan oknum tertentu.

Di era transformasi teknologi semua orang bebas mengakses informasi dan bahkan media sosial juga biasanya dijadikan rujukan, tetapi perlu disaring mana informasi yang benar dan tidak benar.

"Sekarang informasi bisa didapatkan dimana saja, penting kiranya media menyaring informasi yang mana benar dan tidak. PJI Sulsel diharapkan bisa membawa arus perubahan dalam dunia pers," harap dia.

Sementara Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto saat menghadiri pelantikan Pengda PJI sulsel periode 2016-2021 secara khusus meminta pengurus ikut berpartisipasi dalam mengawal pembangunan di Sulsel.

"Pemerintah Kota siap menerima kritik untuk kemajuan Makassar menjadi lebih baik. Saya tidak mengharapkan yang manis-manis saja diberitakan tapi perlu kritik juga yang bersifat membangun," ucapnya.

Pria yang akrab disapa Danny Pomanto ini menuturkan peran media sangat penting di era saat ini karena pengaruhnya sangat besar terhadap pembangunan di Kota Makassar.

"Prestasi Makassar saat ini tidak lepas dari pengaruh dan peran media. Apalagi, sekarang ini di bawah komandonya yang mengedepankan sistem transparansi," ujarnya.

Menurut dia Pemkot Makassar menganut sistem transparansi. Kalau pun ada fakta kejelekan yang ditemukan di lapangan diharapkan jurnalis menuliskan dan memberitakan itu agar ketahuan untuk ditindak secepatnya, tetapi jangan menuliskan opininya.

"Contohnya, baru-baru ini ada rekaman Pungutan Liar di salah satu kecamatan, sebelum diposting konfimasi ke saya, langsung diberitakan, ini sangat baik untuk diketahui agar qick respon untuk cepat ditindaki," tegasnya.

Pihaknya juga memberikan selamat kepada Abdullah Rattingan sebagai ketua baru beserta jajaran pengurus PJI Sulsel untuk sama-sama membangun kota Makassar.

Sementara Ketua PJI Sulsel Abdullah Ratingan pada kesempatan itu menyatakan komitmen untuk mengawal pemberitaan yang bersifat independen. Tentunya tema yang diangkat yakni `Bersama Mengawal Kemerdekaan Pers` akan dijadikan komitmen bersama.

"Kami akan berusaha memberikan pemberitaan yang berimbang, memberitakan fakta bukan opini sebagai bagian mengawal kemerdekaan pers," ujarnya.

Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada undangan yang hadir seperti Asisten IV Gubernur Sulsel, Ruslan Abu, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, Ketua Kadin Sulsel HM Zulkarnain Arief, Ketua LPJK Sulsel Ir Panguriseng.

Selanjutnya, Gubernur LIRA Sulsel Ryan Latief, Ketua Ardin Sulsel Haerumi Hamzah Tuppu, Ketua Apindo Sulsel La Tunreng, Kepala Cabang PT Sucofindo Makassar Gassing dan Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Kota Makassar Ismail Hajiali.

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga