Logo Header Antaranews Makassar

ADB Kunjungi Kawasan Kumuh Batua Makassar

Rabu, 1 Februari 2017 23:07 WIB
Image Print
"Mereka ke sini (Makassar) untuk melihat beberapa titik kawasan pemukiman kumuh...

Makassar (Antara Sulsel) - Konsultan Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) bersama perwakilan Monash Univercity Australia mengunjungi kawasan pemukiman kumuh di Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala, Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.

"Mereka ke sini (Makassar) untuk melihat beberapa titik kawasan pemukiman kumuh dan setelah mendapatkan gambaran itu, mereka langsung ke lokasi tersebut," ujar Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Kota Makassar Fathur Rahim di Makassar, Rabu.

Dia mengatakan, kunjungan konsultan ADB bersama bersama Monash Univercity Australia di Kantor Dinas PKP Makassar itu dalam rangka memperkenalkan program "Rice", yakni program kerja sama antara Welcome Tras (WT), ADB dan Monash Univercity (MU) Australia untuk revitalisasi pemukiman kumuh.

Menurut Rahim, program yang diperkenalkan oleh ADB dan MU Australia itu sangat bermanfaat untuk mengatasi masalah pemukiman kumuh di Makassar yang sudah saatnya harus ditangani dengan baik.

"Dengan adanya kerja sama ini nantinya semua permasalahan pemukiman kumuh bisa diselesaikan di Makassar. Saya berharap ke depannya masalah pemukiman kumuh tidak lagi ditemui di kota ini," tuturnya.

Sementara itu Prof Diego Ramirez dari Monash University mengatakan salah satu yang menjadi terget kerja sama di bidang penanganan kawasan pemukiman kumuh untuk Indonesia yakni di Kota Makassar.

"Kota Makassar menjadi pilihan dan ini yang pertama kali kita laksanakan di Asia Pasifik melalui program Rice. Yang pertama kita akan lakukan verifikasi awal mulai dari huniannya, aspek banjirnya, air bersih, sanitasi, dan lingkungan hidupnya," katanya.

Prof Diego menuturkan, pertemuannya dengan Kepala Dinas PKP Makassar hanya untuk mempertajam data lokasi kawasan pemukiman kumuh karena data kawasan dan penduduk sudah dimilikinya.

"Kami menargetkan sebanyak 20 titik lokasi yanga ada di Kota Makassar untuk permulaan kegiatan ini, dan nantinya kita kerjakan untuk tahap pertama sekitar 12 lokasi. Oleh karena itu, kami sangat membutuhkan data lokasi yang ril," ujarnya.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026