LDII Sulsel: Ekonomi Syariah Cegah Kesenjangan Sosial

id ekonomi syariah, ldii sulsel, hidayat nahwi rasul

Ketua LDII Sulsel Hidayat Nahwi Rasul (dua kiri) dan bersalaman dengan Ketua Umum MES) Muliaman D Hadad pada pelantikan Pengurus MES Sulsel di Kantor OJK Regional VI, Makassar, Kamis (2/2). (FOTO/Dokumentasi)

"Ekonomi syariah mendorong keadilan, sehingga kesenjangan sosial dapat diminimalisir...
Makassar (Antara Sulsel) - Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Selatan (Sulsel) Hidayat Nahwi Rasul mengatakan ekonomi syariah mencegah kesenjangan sosial.

"Ekonomi syariah mendorong keadilan, sehingga kesenjangan sosial dapat diminimalisir, dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan umat Islam pada khususnya," kata Hidayat Nahwi Rasul di Makassar, Jumat.

Hidayat Nahwi Rasul yang baru saja dilantik menjadi Wakil Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sulsel pada Kamis (2/2) mengatakan angka ketimpangan ekonomi atau rasio gini semakin meningkat. Hal ini menandakan, kesenjangan antara orang kaya dan miskin semakin lebar.

"Faktanya, angka rasio gini saat ini mencapai 0,43 persen," tuturnya.

Oleh karena itu, kata Hidayat, sistem ekonomi syariah didorong untuk mencegah rasio gini tidak semakin melebar.

Terkait pelantikan pengurus MES Sulawesi Selatan, kata dia, diharapkan dapat menjadi momentum untuk mendorong keadilan sosial dan keadilan ekonomi.

"Kami harapkan, pemerintah mendukung akses modal, akses pasar, dan akses produksi ekonomi syariah," katanya.

Pihaknya optimistis jajaran pengurus MES Sulsel yang baru dilantik akan mampu memajukan ekonomi syariah.

"Saya optimistis karena personil yang ada dalam jajaran pengurus merupakan pelaku ekonomi dan perbankan syariah," ucapnya.

Pelantikan Hidayat Nahwi Rasul dihadiri Ketua Umum MES Muliaman D Hadad yang juga Ketua Dewan Komisioner OJK di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional VI di Makassar.

Selain Hidayat Nahwi Rasul, Pengurus LDII yang dilantik menjadi Pengurus MES di antaranya Sanusi Fattah sebagai wakil sekretaris dan Suyitno Widodo selaku bendahara.
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar