Rektor Unhas Pimpin Forum Rektor Indonesia

Pewarta : id Forum rektor, unhas, dwia aries tina pulubuhu

Rektor Universitas Hasanuddin Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA (ANTARA FOTO/Suriani Mappong)

Makassar (Antara Sulsel) - Rektor Universitas Hasanuddin Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA terpilih sebagai Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) periode 2017-2018 dalam Konferensi XIII dan Pertemuan Tahunan XIX FRI di Jakarta Convention Center (JCC), 1-3 Februari 2017.

Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu menggantikan Prof Dr Rochmat Wahab yang merupakan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan memimpin FRI pada 2016.

"Program utama adalah membawa FRI menjadi suatu wadah yang strategis dari para rektor untuk memberikan masukan dan solusi demi pembangunan bangsa dan negara," kata Dwia melalui Kepala Humas Unhas di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin.

Prof Dwia pada kepengurusan setahun ke depan akan didampingi Prof Dr Sutarto yang juga Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM/Unlam) Banjarmasin yang ditunjuk sebagai wakil ketua FRI.
Dwia yang terpilih sebagai Rektor Unhas pada 27 Januari 2014 dan dilantik 28 April 2014, selama setahun ke

depan akan memimpin forum yang beranggotakan perguruan tinggi negeri dan swasta seluruh Indonesia. Perempuan kelahiran Tanjung Karang Lampung 19 April 1964 tersebut di organisasi Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (MRPTNI) dipercaya sebagai Sekretaris.

Ia menjelaskan, FRI menjadi forum strategis yang dapat menjadi rujukan bagi pemimpin nasional mendatang dalam menentukan program pembangunan, khususnya dalam bidang inovasi dan teknologi bagi meningkatkan daya saing bangsa.

FRI dalam pernyataan sikapnya berpandangan bahwa keberagamaan dalam kebhinnekaan Indonesia yang terangkai dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah suatu berjalan baik, namun jika hanya karena didramatisasi oleh kepentingan-kepentingan jangka pendek, maka akan mengkhawatirkan dan bahkan meresahkan.

Oleh karena itu, lanjut dia, FRI berkomitmen menjadi perekat bangsa dan siap membantu menjaga keutuhan NKRI, serta siap bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat dan bangsa.

FRI bertekad mengawal perwujudan amanat konstitusi pendidikan nasional demi mencerdaskan dan menyejahterakan kehidupan bangsa. FRI bertanggungjawab mendidik mahasiswa sebagai generasi bangsa yang berkarakter Indonesia.

Pihaknya juga berharap agar pemerintah harus meningkatkan pemberdayaan perguruan tinggi melalui penguatan kelembagaan dan peran serta dalam pembangunan berkelanjutan.

Selain itu, FRI siap membantu pemerintah dalam pengembangan maritim dan sumber daya laut, dunia usaha, dan industri melalui penguatan pendidikan vokasi, serta penerapan nilai-nilai ekonomi dan demokrasi Pancasila.

FRI akan senantiasa membantu pemerintah mengupayakan seluruh komponen bangsa dan media massa saling menjaga kebersamaan serta menunjukkan keteladanan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Konferensi XIII dan Pertemuan Tahunan XIX FRI tersebut dibuka Presiden Joko Widodo di Jakarta Convention Centre (JCC) 2 Februari 2017.

Selain Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) Muhammad Nasir memberikan pengarahan, juga Menteri Koordinator Sumber Daya Manusia.
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar