Logo Header Antaranews Makassar

Angka Harapan Hidup Sulbar Kisaran 64,22 Tahun

Jumat, 24 Februari 2017 05:52 WIB
Image Print
"Perlu keterlibatan semua lintas sektor terutama Tim Penggerak PKK...

Mamuju (Antara Sulbar) - Angka harapan hidup warga Provinsi Sulawesi Barat saat ini berada pada kisaran angka 64,22 tahun atau masih berada di bawah rata-rata angka nasional 69,55 tahun.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, dr. Achmad Azis dalam paparannya terkait pelaksanaan program kerja tahun 2017 di Mamuju, Kamis.

Menurutnya kondisi angka harapan hidup warga ini sebagaimana data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Jika dirunut berdasarkan kabupaten maka Kabupaten Mamasa menjadi kabupaten dengan angka harapan hidup tertinggi dengan capaian 70,38 tahun.

Ahmad Azis juga menjelaskan kondisi tenaga kesehatan di lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat dan sumber daya lain menjadi pengharapan dalam membangun sektor kesehatan.

Pada tahun 2017 ini, kata dia Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat mendapat anggaran APBD sebesar Rp11,39 miliar yang terbagi dalam tiga bagian besar (DAK, Kapitasi JKN dan Pelakksanaan Program Prioritas).

Penjabat Gubernur Sulawesi Barat, Carlo B Tewu mengatakan program prioritas Dinas Kesehatan diharapkan adanya efektifitas pelaksanaan kegiatan.

Berdasarkan data yang ada capaian Pembangunan Kesehatan telah mengalami perbaikan, namun belum signifikan.

"Perlu keterlibatan semua lintas sektor terutama Tim Penggerak PKK dalam mendorong upaya penurunan kasus kematian ibu dan bayi di Provinsi Sualwesi Barat," kata Carlo.

Ia menyebutkan petugas kesehatan perlu merubah paradigma berpikir dalam Intervensi pembangunan. Merubah cara pandang sebagai upaya dalam perubahan paradigma untuk mendorong peningkatan mutu dan standar kelayanan kesehatan di Sulawesi Barat.

Isu lain yang menjadi penekanan gubernur adalah perlunya regulasi dalam mendorong pemerataan tenaga medis khususnya dokter spesialis pada enam kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026