Progres Pedesterian Di Makassar Capai 98 Persen

id pedestterian, dinas pu makassar, muh ansar

Ilustrasi-Warga melintas di jalur pedestrian di area Kebun Raya Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat (ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya)

"Sudah 98 persen, kemungkinan selama seminggu ini semuanya telah rampung 100 persen...
Makassar (Antara Sulsel) - Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar Muh Ansar mengatakan, jika progres pembangunan proyek pedesterian di sepanjang jalan Penghibur-Nusantara telah mencapai 98 persen.

"Sudah 98 persen, kemungkinan selama seminggu ini semuanya telah rampung 100 persen, karena kontraktornya juga terbebani dengan denda yang dibayarkan tiap hari," ujar Ansar di Makassar, Rabu.

Dia mengatakan, pembangunan trotoar dan pedestrian yang dikerjakan sejak setahun lalu dan tidak selesai pekerjaannya hingga berakhirnya tahun penganggaran 2016 harus ditanggung oleh kontraktornya.

Ansar menjelaskan, proyek yang harusnya selesai 2016 itu harus menyeberang ke 2017 dengan segala konsekuensi yang harus diterima oleh kontraktor sesuai dengan aturan baru.

Ia menyebut, Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 243 Tahun 2015 menjadi dasar dilanjutkannya proyek yang tidak selesai pekerjaan pada tahun anggaran berikutnya.

Dalam peraturan itu, penelitian dari pejabat pembuat komitmen(PPK) dengan mempertimbangkan segala aspek efektivitas dan efisiensi memberikan kesempatan kepada kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaannya.

"Karena menurut PMK 243/2015, di sisi pembayaran masa keterlambatan hanya sampai 90 hari, di mana kesempatan pertama 50 hari dan kesempatan kedua hanya maksimal 40 hari. Jadi kontraktor harus menyelesaikannya itu sebelum masa penambahan hari habis," katanya.

Ia juga mengatakan, Pihak PU telah menginformasikan kepada kontraktor untuk menyelesaikan proyek yang sempat terhenti tersebut, juga meminta jaminan penyelesaian.

Selain itu, Ansar mengaku jika pihaknya baru membayarkan membayar pekerjaan itu sekitar 15 persen dari nilai pagu yakni sekitar Rp11 miliar lebih.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar