Makassar-Denpasar MoU Jaringan Lintas Perkotaan

id walikota makassar, walikota denpasar, jaringan lintas perkotaan

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto (kiri) dan Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra menandatangani nota kesepahaman tentang jaringan lintas perkotaan di Denpasar, Bali, Rabu (8/3). (FOTO/Humas Pemkot Makassar)

"Penandatanganan MoU itu baru kita laksanakan hari ini, tapi pertemuan demi pertemuan membahas konsep kerjasamanya sudah sering kita laksanakan...
Makassar (Antara Sulsel) - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto-Wali Kota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang jaringan lintas perkotaan.

"Penandatanganan MoU itu baru kita laksanakan hari ini, tapi pertemuan demi pertemuan membahas konsep kerjasamanya sudah sering kita laksanakan," ujar Danny Pomanto, sapaan akrab Ramdhan Pomanto melaui pesan WhatsApp, Rabu.

Wali kota mengatakan, ruang lingkup kesepakatan dari kerja sama itu mencakup empat bidang: pariwisata, kebudayaan, koperasi dan UMKM/IKM serta bidang perindustrian dan perdagangan.

Selama kerja sama, kedua kota akan melakukan penjajakan potensi masing-masing kota kemudian mengkordinasikan dan mengkomunikasikannya agar dalam waktu yang singkat, kesepakatan ini dapat melahirkan perjanjian kerja sama di antara kedua kota.

Danny mengaku, hubungan kerja sama dan persahabatan antara Denpasar-Makassar telah berlangsung sejak abad XVII silam, keterikatan sejarah antara keduanya bisa berlanjut hingga ke jenjang perjanjian kerja sama yang akan menguntungkan keduanya.

"Denpasar sangat kompetitif di empat bidang yang akan kita kerjasamakan. Harapannya, kesepakatan ini dapat meningkatkan kesejahteraan warga di kedua kota," sebutnya.

Menurut dia, sektor utama penggerak ekonomi Denpasar bertumpu pada pariwisata yang disokong dengan koperasi, UMKM/IKM, perindustrian, dan perdagangan sementara kebudayaan menjadi magnet utama dalam menarik kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Wali Kota Danny menyebut, momok terbesar bagi kota-kota metropolitan sekelas Makassar dan Denpasar terletak pada masalah kemiskinan dan pengangguran.

Jika kedua masalah itu dapat teratasi maka sebagian besar tugas pemerintahan telah terjawab. Kesepakatan bersama yang ditandatangani Wali Kota Danny dan Wali Kota Rai diharapkan mampu menjawab kedua persoalan itu dengan asumsi berkembangnya keempat sektor poin kesepakatan mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar di kedua kota.

"Kemiskinan dan pengangguran adalah dua masalah yang lahir dari urbanisasi. Makassar dan Denpasar merupakan dua kota metropolitan yang menjadi magnet bagi pendatang untuk mengadu nasib," kata Wali Kota Rai.

Disadari oleh Danny dan Rai, urbanisasi menjadi konsekuensi logis bagi kota berkembang semisal Makassar dan Denpasar. Olehnya, pemimpin kedua kota itu optimis jika Kesepakatan Bersama yang telah ditandangani mampu membawa perubahan berarti bagi kotanya.
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar