BMKG Makassar Perkirakan Musim Kemarau Akhir April

id bmkg iv, kemarau, soejarwo

Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa BMKG Wilayah IV Makassar, Sujarwo (ANTARA FOTO/Darwin Fatir)

"Diperkirakan hujan sedang dan lebat masih terjadi hingga akhir Maret dan awal April...
Makassar (Antara Sulsel) - Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar, Sulawesi Selatan, memperkirakan puncak musim penghujan hingga akhir Maret dan musim kemarau masuk pada akhir April 2017.

"Diperkirakan hujan sedang dan lebat masih terjadi hingga akhir Maret dan awal April. Kemungkinan besar akhir April sampai Mei sudah masuk musim kemarau," kata Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa BMKG Sujarwo di Makassar, Kamis.

Selain itu, kata dia, puncak musim penghujan pada akhir bulan ini diperkiraan intesitas hujan sedang dan lebat 30-70 milimeter,kecepatan angin antara 30-40 knot per jam dengan gelombang mencapai dua sampai tiga meter di atas permukaan laut.

Meskipun demikian, kata dia, masyarakat Sulsel diimbau terus waspada atas perubahan cuaca sewaktu-waktu. Kendati hujan pada awal April nanti diperkirakan intesitas ringan, memasuki masa trasisi pancaroba.

"Biasanya proses itu terjadi karena perubahan sirkulasi memasuki musim kemarau. Tetapi untuk bulan ini sampai awal bulan depan hujan masih turun dengan intesitas sedang dan ringan, sehingga masyarakat tetaplah waspada," ucapnya.

Saat ditanya apakah Kota Makassar dan sekitarnya berpotensi hujan es, sebab kejadian itu terjadi di Surabaya beberapa hari lalu, kata dia, semua daerah punya potensi, akan tetapi terjadinya hujan es sangat jarang di Makassar.

"Semua daerah berpotensi, tapi tergantung awannya karena di atas awan itu ada partikel membentuk kristal beku. Kalau awannya rendah dan tidak ada halangan massa udara maka itu bisa saja terjadi seperti di Surabaya," beber dia.

Mengenai dengan pantauan perkiraan gelombang laut, lanjut Jarwo, tinggi gelombang biasanya antara dua sampai tiga meter, sehingga dikeluarkan peringatan utamanya di daerah Kepulauan Selayar.

"Makanya kita keluarkan peringatan dan meminta nelayan tidak melaut dulu karena resikonya besar. Kamungkinan angin barat akan berlalu sehingga nelayan bisa kembali melaut," tambahnya.
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar