Sabtu, 21 Oktober 2017

Pemkot Makassar Terima Pengacara Tuna Rungu Amerika

id walikota makassar, tuna rungu
Pemkot Makassar Terima Pengacara Tuna Rungu Amerika
Pemkot Makassar (Istimewa)
"Rombongan dari Michael ini sangat penting karena akan menjadi pendorong...
Makassar (Antara Sulsel) - Pemerintah Kota Makassar menerima kunjungan penyandang tuna rungu (bisu dan tuli), Michael Stein yang kesehariannya berprofesi sebagai seorang pengacara di Amerika Serikat.

"Rombongan dari Michael ini sangat penting karena akan menjadi pendorong semangat bagi kami dalam menyelaraskan program-program untuk penyandang disabilitas di Makassar," ujar Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto di Makassar, Senin.

Dalam pertemuan itu yang dibantu beberapa penyandang tuna rungu lainnya dari Makassar, wali kota menyatakan komitmennya mewujudkan kesataraan dan persamaan hak bagi penyandang disabilitas yang ada di kota ini.

Bahkan secara langsung mengintruksikan ke dinas sosial untuk segera memprogramkan pembentukan pusat bahasa isyarat sebagai jembatan tunarungu bisa komunikasi dengan normal dengan yang lain.

"Pusat bahasa isyarat diharapkan menjadi jembatan tunarungu bersosialisasi dengan masyarakat secara normal. Kami minta bantuan UI atau mungkin Konjen Amerika bisa menyiapkan trainer dan guru guna menyebarkan ilmu bagi siapa saja berminat sebagai juru bicara bahasa isyarat ini," pungkasnya.

Danny sadar betapa bahsa isyarat ini begitu berharga. Hal ini sejalan juga dengan visi pemerintahan yang diembannya yakni mewujudkan Makassar sebagai kota dunia yang nyaman untuk semua.

"Harus jadi gerakan massif, pada `car free day` kita akan beri ruang bagi kaum disabilitas ini bersosialisasi dan memperkenalkan dirinya pada khalayak," tuturnya.

Bahkan dirinya juga mengancang-ancang segera merumuskan Perda Kota Dunia yakni ketersediaan fasilitas bahasa isyarat untuk setiap pemberitaan bagi penyandang disabilitas.

Sementara itu, Michael Stein menyampaikan maksud kedatangannya guna mengkomunikasikan kepada pemangku kepentingan setempat memperjuangkan persama hak bagi masyarakat berkebutuhan khusus.

"Saya tidak bisa mendengar tapi bisa berfikir. Awalnya orang tua saya bingung dengan keadaan saya. Untungnya mereka, melihat kemampuan saya akhirnya dan berfikir saya memiliki kesempatan sama, bisa kuliah S1, S2, dan S3," ungkapnya.

Stein juga sangat yakin jika di Makassar nanti di bawah kepemimpinan Ramdhan Pomanto ini, Makassar juga bisa mewujudkan hal itu dan kaum disabilitas lain bisa berkesempatan menjadi seperti dirinya.

Editor: Laode Masrafi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga