
Ratusan Warga Pulau "Serbu" Pusat Perbelanjaan Pecinan

Makassar (ANTARA Sulsel) - Ratusan warga penghuni pulau-pulau Kecamatan Ujung Tanah Makassar pada H-2 Idul Fitri 1430 Hijriah, "menyerbu" sejumlah tempat perbelanjaan di kawasan pecinan dan Makassar Mall untuk membeli perlengkapan lebaran.
Pantauan di dermaga penyeberangan Kayubangkoa Kota Makassar, Jumat, ratusan warga pulau ini masing-masing berasal dari pulau-pulau dalam wilayah Kecamatan Ujung Tanah, seperti Pulau Kodingareng, Pulau Barrang Lompo, Barang Caddi, Pulau Langkai, Pulau Samalona, dan Pulau Laelae,
Kedatangan mereka di kawasan perbelanjaan yang berada di "china town" Makassar dan Makassar Mal ini untuk membeli beberapa pasang pakaian, sendal, bahan pokok makanan serta perlengkapan Idul Fitri.
Ratusan warga yang kebanyakan kaum perempuan, ibu dan anak-anak ini sudah berada di Kayubangkoa sejak pukul 07.00 Wita dengan menggunakan kapal penyeberangan dan kapal-kapal pribadi. Jam tersebut toko-toko belum buka.
Tampak pula sejumlah los-los dan gelar lapak-lapak yang menjual berbagai kebutuhan lebaran, seperti ketupat, beras, gula pasir, dan daun pisang, yang nongkrong di depan kawasan pinggir laut ini.
Sekitar pukul 09.00 Wita, barulah warga penghuni Pulau Supermonde Makassar ini menyerbu tempat perbelanjaan yang berada di kawasan pecinan.
Seperti toko Barata, toko sepatu Italy dan sejumlah rumah toko (Ruko) di sepanjang jalan Penghibur, Somba Opu hingga kawasan Makassar Mall atau Sentral Makassar.
Salah satu warga Pulau Kodingareng, Daeng Zaena (35) menuturkan jika kedatangan warga pulau ini sudah sejak H-3, namun barulah pada Jumat (18/9) ini banyak warga pulau yang datang.
"Hari ini lebih banyak karena orang sudah tidak turun melaut lagi. Sudah libur," katanya.
Menurutnya, kedatangan ke Kota Makassar ini untuk belanja, juga untuk menikmati suasananya, sehingga biasanya mereka berlama-lama sambil menunggu buka puasa di depan Benteng Fort Rotterdam Makassar.
"Kami pulang biasanya malam, habis buka puasa. Atau bermalam di rumah salah satu keluarga atau kerabat yang ada di Makassar," ujarnya.
Dia juga menyinggung jika rute pelayaran perahu penyeberangan antarpulau pada hari lebaran tidak ada, jadi warga pulau ini mengunjungi saudara atau kerabat yang ada di Makassar pada H+3 Lebaran.
(T.PSO-101/F003)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
