Selasa, 24 Oktober 2017

KSEI : Tenaga Pemasaran Belum Seimbang Dengan Penduduk

id ksei, amrizal arief, pemasaran
KSEI : Tenaga Pemasaran Belum Seimbang Dengan Penduduk
Kepala Unit Pengembangan Layanan Infrastruktur (KSEI) Amrizal Arief memberikan keterangan pada pers di sela media gathering di Makassar, Kamis (13/4). (ANTARA FOTO/Suriani Mappong)
"Saat ini perbandingannya satu orang pemasaran untuk 200 orang...
Makassar (Antara Sulsel) - Kepala Unit Pengembangan Layanan Infrastruktur Investasi (KSEI) Amrizal Arief mengatakan, tenaga pemasaran yang menyosialisasikan sekuritas dan saham, belum berimbang dengan jumlah penduduk.

"Saat ini perbandingannya satu orang pemasaran untuk 200 orang (1:200), padahal idealnya satu tenaga pemasaran berbanding lima hingga enam orang penduduk," kata Amrizal pada media gathering di Makassar, Kamis.

Menurut dia, tenaga pemasaran yang belum berimbang dengan calon investor yang akan diprospek itu, sehingga pihak KSEI di lapangan melibatakan tenaga mahasiswa dengan menggandeng kerja sama dalam bentuk kegiatan sosialisasi dan edukasi.

Menyukseskan kegiatan itu, lanjut dia, KSEI menggandeng PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan The Indonesia Capital Market Institute (TICMI) menyasar tiga perguruan tinggi di Makassar.

Mengenai kecenderungan mahasiswa dalam terjun di pasar modal, Amrizal mengakui, dominan lebih memilih pasar saham daripada bermain direksadana.

"Ketiga perguruan tinggi itu adalah Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Negeri Makassar (UNM) dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nobel Indonesia," katanya.

Lebih jauh dijelaskan, sejumlah perguruan tinggi juga sudah memasukkan mata kuliah Pasar Modal sebagai bentuk kerja sama dengan KSEI, BEI dan TICMI.

Amrizal mengatakan, sosialisasi dan edukasi ini juga sejalan dengan kampanye "Yuk MenabungSaham" yang digelar regulator pasar modal untuk meningkatkan jumlah investor domestik.

Sementara mengenai peningkatan investor domestik di pasar modal, dia mengimbuhkan, sudah menunjukkan hasil yang positif. Hal itu tercatat pada Maret 2017 sebesar 52 persen aset pasar modal dikuasai oleh investor domestik.

"Ini tentu cukup menggembirakan, karena mengingat pasar modal pernah dikuasai oleh investor asing sekitar 65 persen," ujarnya.

Khusus data KSEI per akhir Maret 2017, posisi Sulsel berada pada urutan ke-11 jumlah investor terbanyak dari 34 provinsi di Indonesia, dengan jumlah investor pemilik Efek sebanyak 7.912 orang.

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga