Harga Sembako Di Pasar Tradisional Relatif Stabil

id kppu, sembako, sutriono edi

Ketua KPPU Sulsel Ramli Simanjuntak (kanan), Staf Ahli Kemendag Sutriono Edi (tengah), Kadis Perindag Sulsel Hadi Basalamah (tiga kanan) saat memantau harga daging sapi di Pasar Pa'baeng-baeng, Makassar, Rabu (26/4). (ANTARA FOTO/Suriani Mappong)

"Dari pantauan kami selama dua hari terakhir, baik stok maupun harga sembilan bahan pokok (Sembako)...
Makassar (Antara Sulsel) - Tim pemantau gabungan dari Kementerian Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Selatan, dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Makassar menyimpulkan harga sembako di pasar tradisional relatif stabil.

"Dari pantauan kami selama dua hari terakhir, baik stok maupun harga sembilan bahan pokok (Sembako) di tingkat distributor hingga pengecer masih stabil," kata Staf Ahli Bidang Pengamanan Pasar Kemendag Sutriono Edi di Makassar, Rabu.

Baik Pasar Terong dan Pasar Pa`baeng-baeng yang menjadi lokasi kunjungan terpadu itu, rata-rata pedagang eceran masih memiliki persediaan sembako dan menjual dengan harga yang tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

Sebagai gambaran untuk minyak goreng curah dijual seharga Rp10.500 per liter, sedang minyak goreng kemasan dijual bervariasi mulai Rp11 ribu hingga Rp12.500 per kilogram.

Beras dengan kualitas yang berbeda harganya cukup variatif mulai dari Rp7.500 per kilogram hingga Rp9.500 per kilogram.

Untuk bumbu dapur seperti bawang merah dijual mulai Rp25 ribu hingga Rp30 ribu, sedangkan bawang putih dijual seharga Rp40 ribu-Rp45 ribu per kg.

"Kami mengantisipasi sedini mungkin terjadinya lonjakan permintaan yang bisa memicu kenaikan harga, karena itu dilakukan pemantauan di lapangan," kata Sutriono Edi.

Sementara itu Kadis Perindag Sulsel Hadi Basalamah mengatakan pihaknya memberlakukan "early warning system" untuk mengantisipasi gejolak harga sembako ketika permintaan meningkat pada Ramadhan atau jelang hari raya.

Menyinggung mengenai keluhan pedagang daging sapi di Pasar Pa`baeng-baeng, Hadi mengatakan pihaknya akan membantu mengordinasikan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) bagi yang belum memperpanjang sertifikat halal jualan daging sapi.

Menurut pedagang daging sapi H Usman di lokasi itu, sertifikat halal dari MUI belum diterbitkan lagi untuk pembaharuan sertifikat yang sudah dikantongi sebelumnya.

"Padahal ini akan memengaruhi penjualan kami. Jadi kami berharap agar Pemerintah Kota dan MUI dapat segera membatu menerbitkannya," katanya.
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar