Senin, 23 Oktober 2017

DPK Syariah Sulsel Tembus 397.483 Rekening

id ojk, dpk, bambang kiswono
DPK Syariah Sulsel Tembus 397.483 Rekening
Kepala OJK Regional 6 Sulampua Bambang Kiswono (FOTO/OJK)
Makassar (Antara Sulsel) - Kepala OJK Regional 6 Sulampua Bambang Kiswono mengatakan, pertumbuhan jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan syariah mengalami kenaikan hingga 13 ,11 persen atau menjadi 397.483 rekening sampai saat ini.

"Pertumbuhan yang baik terlihat dari perkembangan jumlah rekening DPK Syariah yang telah tumbuh 13,11 persen menjadi 397.483 rekening," jelas Bambang Kiswono dalam laporan kinerja perbankan Sulsel yang disampaikan di Makassar, Senin.

Selain pertumbuhan rekening DPK syariah yang mencatatkan hasil positif, kata dia, juga terjadi pertumbuhan pembiayaan yang bisa tumbuh 2,2 persen yoy, dengan marketshare terhadap aset industri bank umum sebesar 5,12 persen diatas nasional yang hanya 5,07 persen.

Begitupun dengan jumlah rekening pembiayaan syariah sebesar 75.456 rekening atau tumbuh 27,25 persen yoy. Selanjutnya intermediasi bank umum syariah juga masih ditingkat yang lebih tinggi dan mengalami kenaikan menjadi 148,19 persen dengan NPF terjaga diangka 2,31 persen.

Khusus pertumbuhan rekening, dirinya mengaku memang cukup baik. Sebab berdasarkan data Maret 2017 menyebutkan jika jumlah rekening DPK syariah baru diangka 387.774 rekening.

"Jadi meski perkmebnagn aset bank umum syariah di Sulsel masih melambat dengan pertumbuhan -4,49 persen yoy, namun indikator tumbuh cukup tinggi," katanya.

Terkait melambatnya pertumbuhan aset perbankan syariah, dirinya mengakui terkendala oleh tiga faktor yakni minimnya literasi tentang perbankan syariah pada masyarakat, keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan yang terakhir terkait minimnya pelayanan informasi teknologi jasa keuangan syariah.

Menurut dia, layanan perbankan konvensional secara nyata telah memadai dan menjangkau hingga ke pelosok. Kondisi itu tentu berbanding terbalik dengan jasa keuangan asuransi dan perbankan syariah.

Kepala Bagian Kemitraan dan Pengembangan Ekonomi Keuangan Daerah OJK Salampua, Muhammad Yusuf mengatakan soal lambatnya perkembangan aset perbankan syariah, merupakan hal yang wajar terjadi.

"Saya kira ini menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan kedepan. Namun begitu untuk pertumbuhan rekening justru mengalami perkembangan yang cukup signifikan,"ujarnya.

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga