PBSI Sulsel Undang Pebulu Tangkis Malaysia-Singapura

id bulutangkis, pbsi sulsel, kejuaraan daihatsu-astec

Devo Khaddafi (Istimewa)

Makassar (Antara Sulsel) - Pengurus Provinsi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sulawesi Selatan mengundang para pebulu tangkis dari Malaysia dan Singapura untuk meramaikan kejuaraan Daihatsu-Astec Open di GOR Dafets Makassar, Sulsel, 12-15 Juli 2017.

Wakil Ketua PBSI Sulsel sekaligus Ketua Turnamen, Atman Amir di Makassar, Rabu, mengatakan pihaknya sengaja memilih mengundang perwakilan dari dua negara itu demi meningkatkan kualitas dan gengsi kejuaraan tersebut.

"Kita undang dan berharap kedua negera bisa mengirimkan wakilnya ke Makassar. Kedua negara itu memang memiliki banyak pebu lutangkis junior yang butuh jam terbang," katanya.

Dirinya berharap kesediaan para wakil Malaysia dan Singapura untuk bertarung dalam bebeapa kategori yang diperlombakan seperti usia dini tunggal putra/putri (U-11), anak-anak tunggal putra/putri (U-13), pemula tunggal dan ganda putra putri (U-15), Remaja tunggal putra putri (U-17) serta taruna tunggal dan ganda putra putri (U-19).

"Ajang ini memang terbuka untuk umum. Soal kenapa Malaysia dan SIngapura, karena kedua negara itu punya penerbangan langsung ke Makassar sehingga dari segi transportasi lebih mudah bagi atlet,"ujarnya.

Ketua PBSI Sulsel, Devo Khaddafi mengaku percaya diri bisa kembali mendapatkan banyak bibit atlet yang bisa memperkuat Sulsel kedepan.

Untuk proses pendaftaran, pihaknya sudah membuka secara online website PBSI yakni si.pbsi.or.id. Panitia pelaksana juga akan membuka pendaftaran hingga 29 Juni 2017.

"Selanjutnya untuk undian grup kita laksanakan 3 Juli dan manager miting pada 11 Juli 2017. Kami berharap seluruh atlet bisa memanfaatkan waktu ini untuk segera mendaftarkan diri. Untuk biaya pendaftaran yakni tunggal (Rp100.000), ganda (Rp150.000) serta veterana sebesar Rp200.000," katanya.

Mengenai penunjukan Sulsel sebagai tuan rumah, dirinya mengaku menyambut baik. Apalagi Sulsel memang memmbutuhkan banyak kejuaraa untuk memberikan rangking bagi setiap atlet sebelum menetapkan atlet yang menjadi wakilnya di kejuaraan nasional hingga internasional.

"Jadi pada 2017 itu tidak ada lagi seleksi umum atau terbuka untuk mencari atlet yang akan kita turunkan mengikuti kejuaraan nasional. Kita akan terus fokus untuk mensosialisasikan sekaligus laksanakan sistem rangking ini kesetiap pengcab," katanya.
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar