Selasa, 24 Oktober 2017

Astra Agro Raih "Indonesia Most Admired Companies"

id astra agro lestari, indonesia most admired company, agribisnis
Astra Agro Raih
Pengusaha dan founder majalah Warta Ekonomi Fadel Muhammad (kanan) menyerahkan penghargaan "Indonesia Most Admired Company" 2017 kategori agribisnis kepada Direktur PT AAL Mario CS Gultom (FOTO/Humas PT AAL)
Makassar (Antara Sulsel)  - PT Astra Agro Lestari Tbk (AAL) perusahaan yang bergerak di bidang industri kelapa sawit di Pulau Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi kembali menerima penghargaan "Indonesia Most Admired Company" 2017 untuk kategori agribisnis.

"Dalam penyelenggaraan event yang menginjak tahun ke-14 ini PT AAL dinobatkan sebagai perusahaan paling diminati untuk kategori agribisnis," kata Public Relations PT Astra Agro Lestari Tbk Mochamad Husni dalam keterangan persnya, Senin.

Direktur  PT AAL  Mario CS Gultom mengatakan apresiasi ini, menjadi salah satu penyemangat bagi perusahaan untuk tetap memberikan yang terbaik kepada bangsa, masyarakat dan juga karyawan.

"Kami sampaikan terima kasih atas apresiasi ini," ujar Mario usai menerima penghargaan yang diserahkan oleh Pemimpin Redaksi majalah Warta Ekonomi didampingi Fadel Muhammad sebagai pengusaha dan founder majalah tersebut.

Indonesia Most Admired Companies sendiri digelar sebagai apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang memiliki citra baik, sekaligus perusahaan idaman berdasarkan kacamata para karyawan dan pembaca majalah Warta Ekonomi.

Warta Ekonomi Intelligence Unit (WEIU) melakukan penelitian sejak 6 Maret hingga 17 April 2017. Tim riset menggunakan metode desk research dan quantitative research untuk mendapatkan data sekunder dan data primer. Desk research dilakukan untuk mengumpulkan data sekunder berupa Laporan Keuangan Kuartal III-2016 dan data lainnya yang menggambarkan kinerja perusahaan di Indonesia sepanjang tahun 2016. Desk research kemudian  menghasilkan nominasi perusahaan-perusahaan terpilih yang akan dinilai oleh para responden pada quantitative research.

Quantitative research dilakukan untuk mengumpulkan data primer melalui survei telepon dan online. Survei telepon dilakukan di lima kota besar, seperti Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, dan Makassar. Responden survei telepon merupakan karyawan tetap yang telah bekerja minimal satu tahun dan maksimal lima tahun serta menempati posisi staf hingga manajer di BUMN, perusahaan swasta nasional, dan perusahaan swasta asing di Indonesia.

Survei online dilakukan terhadap responden yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, yang merupakan para pekerja dengan karakteristik yang serupa dengan survei telepon.

Responden diminta untuk memberikan penilaian terhadap perusahaan yang dipilih. Kriteria yang dinilai yaitu Corporate Image, yang merupakan penilaian responden mengenai citra perusahaan dalam hal popularitas, nama baik, dan kepercayaan publik.

Selain itu juga Financial Image. Di topik ini responden menilai citra perusahaan dalam hal tingkat keuntungan, investasi yang dilakukan, dan prospek kinerja perusahaan di masa depan.

Yang menjadi penilaian juga adalah Human Resources Images, Product/Service Image, serta  Global Competitiveness Image. Pada topik “competitiveness” ini responden menilai citra perusahaan dalam hal kemampuan bersaing di pasar global, inovasi yang dilakukan, perkembangan pangsa pasar dalam negeri dan luar negeri, serta proses bisnis yang mutakhir.

Dan yang tidak kalah menarik, kata Mario adalah mengenai Social Image. Di sini responden menilai citra perusahaan dalam hal aktivitas sosial yang dilakukan perusahaan dalam tujuannya untuk menyejahterakan masyarakat dan lingkungannya.

"Apresiasi ini seiring dengan visi dan misi perusahaan," lanjut Mario seraya menambahkan selain bisnis tumbuh, melalui program corporate social responsibility, Astra Agro juga ingin berkontribusi dan memberi manfaat bagi masyarakat dan bangsa.

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga