
DP3A Makassar Dampingi Anak-anak Korban Kebakaran

Makassar (Antara Sulsel) - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) bersama Forum Anak Makassar (FAM) melakukan pendampingan terhadap anak-anak korban kebakaran untuk menumbuhkan rasa empati dan simpati atas musibah tersebut.
"Jadi teman-teman yang tergabung di Forum Anak Makassar dengan didampingi bunda-bunda dari pengurus utama anak (PUA) melakukan pendampingan terhadap anak-anak yang terkena musibah kebakaran," ujar Kepala DP3A Makassar Andi Tenri Palallo di Makassar, Selasa.
Kegiatan yang dilakukan para forum anakk dan bunda-bunda PUA ini ditujukan untuk menghibur anak-anak korban kebakaran yang menghanguskan 14 rumah yang beberapa waktu lalu terjadi di tempat tersebut.
Tenri mengaku anak-anak yang tergabung di FAM ini berhasil memberikan keceriaan di wajah anak-anak korban kebakaran dengan membagikan beberapa cerita, ilmu dan permainan lainnya.
Bahkan para orang tua yang turut menyaksikan penampilan anak-anak dari FAM itu terlihat tersenyum dan sesekali ikut bermain dan tertawa bersama anak-anak.
"Para Duta Anak Makassar ini memberikan beberapa cerita, ilmu dan games yang berhasil membawa keceriaan di wajah anak-anak yang datang di tempat itu. Bahkan para orang tua yang turut menyaksikan terlihat tersenyum dan sesekali ikut bermain, tertawa bersama anak-anak," katanya.
Tidak hanya itu, lanjut dia, dalam kegiatan kali ini juga turut hadir salah seorang pendongeng dari Dongkel (Dongeng Keliling) Dinas Perpustakaan berhasil membuat anak-anak yang hadir begitu terkesima dengan penampilannya saat membawakan cerita tentang Nabi Muhammad dan seorang pengemis Yahudi.
Di akhir acara teman-teman dari Forum Anak Makassar dan para anak korban kebakaran bernyanyi bersama menggunakan lagu yang diciptakan oleh Ketua Forum Anak Makassar periode 2014-2016, Auzan Haq. Lalu, tidak lupa pemberian bantuan kepada para korban turut diberikan dan juga makanan untuk berbuka puasa.
"Diharapkan dengan adanya kegiatan ini empati dan simpati teman-teman Forum Anak Makassar dapat lebih ditumbuhkan. Merasakan kesusahan orang lain dan turut serta memberikan kebahagiaan dalam kehidupan mereka. Dan semoga para korban dapat termotivasi dan terinspirasi. Sebab mereka adalah `kita` dan masa depan Indonesia dan dunia," ucapnya.
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
