Sabtu, 21 Oktober 2017

Bulo Diharapkan Tingkatkan Ketahanan Ekonomi Makassar

id sekda makassar, bulo, ibrahim saleh
Bulo Diharapkan Tingkatkan Ketahanan Ekonomi Makassar
Sekda Makassar Ibrahim Saleh (empat kanan) pada workshop Badan Usaha Lorong (Bulo) dan pengembangan KPJU unggulan di Makassar, Selasa (6/6). (FOTO/Humas Pemkot Makassar)
Makassar (Antara Sulsel) - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar yang menggelar workshop Badan Usaha Lorong (Bulo) dan pengembangan komoditas, produk dan jenis usaha (KPJU) unggulan mengharapkan bisa meningkatkan ketahanan ekonomi Makassar.

"Bulo adalah salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan ketahanan ekonomi Makassar dan melalui program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berbasis lorong," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar Ibrahim Saleh di Makassar, Selasa.

Workshop yang diikuti para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) ini diharapkan mampu mengembangkan usahanya dengan dukungan penuh dari pemerintah kota melalui Dinas Koperasi dan UMKM Makassar.

"Diharapkan Bulo menjadi motor penggerak, seluruh hasil usaha apapun yang diproduksi warga lorong akan ditampung oleh badan usaha ini sehingga langkah pemberdayaan lebih optimal," katanya.

Kepala Bidang Ekonomi Bappeda Makassar Asafat Azis mengatakan kegiatan ini bertujuan lebih memantapkan pengembangan Bulo, pengembangan klinik bisnis terpadu (KBT) dan potensi usaha yang mampu dilaksanakan secara bersama oleh masyarakat dengan prinsip koperasi.

Ia juga mengaku jika Badan Usaha Lorong (BULo) yang telah dibentuk oleh pemerintah kota itu bisa mengendalikan inflasi di kota ini agar tidak melonjak drastis.

"Selain TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah), BULo itu bisa mengendalikan inflasi karena jantung usaha ada di setiap lorong-lorong," ujarnya.

Wali kota sendiri saat memprogramkan BULo ini dalam membangun Makassar menggunakan filosofi sebagai landasan berpikir yang memuat tiga kunci utama.

Tiga kunci utama yang menjadi landasannya, yakni bagaimana mengajak masyarakat terlibat dalam program pemerintah, bagaimana masyarakat menerima visi kota, dan bagaimana meningkatkan partisipasi warga dalam program pemerintah.

Dalam workshop ini dihadirkan para pembicara, yakni ketua Pokja Bulo, akademisi Unhas Dr Sakka Pati, tim pengembangan Klinik Bisnis Terpadu (KBT), Thalib Mustafa dan koordinator penelitian KPJU, Bahrul ulum

Adapun hasil riset Pengembangan KPJU Unggulan UMKM nantinya akan merekomendasikan prioritas-prioritas pembangunan perekonomian dan melakukan update UMKM yang potesial dan unggulan yang dilakukan setiap 5 tahun sekali.

KPJU unggulan UMKM didefinisikan secara operasional oleh pemangku kepentingan sebagai KPJU UMKM yang saat ini telah unggul dalam sejumlah kriteria tertentu serta mencapai tujuan penciptaan lapangan kerja, peningkatan daya saing, dan pertumbuhan ekonomi di masa mendatang.

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga