
1.000 Peserta Ramaikan PSBM XVII Di Makassar

Makassar (Antara Sulsel) - Kurang lebih 1.000 peserta siap menghadiri Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XVII yang dipusatkan di Hotel Four Points By Sheraton Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (1/7).
"Peserta PSBM sekitar 1.000 orang saudagar-saudagar Bugis Makassar, Mandar dan Toraja dari seluruh Indonesia, termasuk dari New York, Australia Barat dan Korea Selatan," kata Sekertaris Panitia PSBM 2017, Nur Amin di Makassar, Jumat.
Pihak pelaksana, kata dia, juga telah melakukan sejumlah kegiatan sebelum acara resmi yang rencananya dibuka secara langsung Wakil Presiden RI Jusuf Kalla tersebut.
Untuk agenda Jumat ini di antaranya peserta diajak "city tour" ke sejumlah lokasi, selanjutnya dijamu oleh Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo di Rumah Jabatan Gubernur.
Keesokan harinya pada 1 Juli, pembukaan PSBM XVII oleh Wapres Jusuf Kalla, kemudian siangnya acara forum bisnis dan cerita sukses dengan nara sumber, Raja Sapta Oktohari Odang (OSO Grup), Sadikin Aksa (Bosowa Grup), Andi Syamsuddin Arsyad (Jhonlin Grup) dan Dasril Sahari (pengusaha/Ketua Hipmi Papua).
"Peserta PSBM XVII pada hari ini melakukan kunjungan kebeberapa tempat seperti PT Pelindo IV, PT Bunga Tama dan Rumah Sakit Unhas," katanya.
Ketua Pantia PSBM XVII Rusdi Rosman mengatakan salah satu tujuan PSBM ke-17 ini yakni jika sudah sukses di kota dan di daerah lain, agar tidak melupakan kampung halaman.
Artinya tidak lupa membangun kampung halaman karena salah satu agendanya memang akan menampilkan orang-orang sukses di luar Sulawesi Selatan, bagaimana pengusaha-pengusaha yang sukses mendidik anak-anak muda di kampung untuk bisa juga sukses.
"Buat saudagar yang berhasil di luar, kita ingin kisah mereka meraih kesuksesan dibagi, bagaimana sepak terjang perjuangannya, bagaimana sejarahnya. Nah inilah yang kita ingin dapatkan dari PSBM," ujarnya.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
