Logo Header Antaranews Makassar

Unicef-Mamuju Kerja Sama Penuntasan Pernikahan Usia Dini

Rabu, 12 Juli 2017 20:37 WIB
Image Print

Mamuju (Antara Sulbar) - Badan PBB untuk Anak-Anak, Unicef, bersama Pemerintah Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat bekerjasama melalui program penuntasan pernikahan usia dini.

Chief Field Office Unicef Sulawesi dan Maluku Hengky Widjaya, di Mamuju, Rabu menyatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Unicef, Provinsi Sulbar, peringkat pertama dalam hal pernikahan usia dini dengan rasio di atas 30 persen.

"Inilah yang menjadi dasar mengapa Kabupaten Mamuju terpilih sebagai proyek program penuntasan pernikahan usia dini," kata Hengky Widjaya.

"Namun, tidak semua kecamatan di Kabupaten Mamuju mendapat kesempatan mencanangkan program penuntasan pernikahan usia dini. Hanya Kecamatan Mamuju dan Simboro yang menjadi proyek awal program tersebut," katanya.

Langkah yang akan dilakukan Unicef menekan angka pernikahan usia dini, yakni melalui pendekatan langsung kepada masyarakat, termasuk akan menjelajah hingga ke sekolah-sekolah.

"Kami akan meminta tanggapan para siswa, seperti apa pernikahan usia dini serta memberikan pemahaman kepada mereka tentang dampak yang akan dialami ketika harus menjalani pernikahan usia dini," tuturnya.

"Selain para siswa, kami juga akan melibatkan orang tua siswa serta para tokoh masyarakat dan dalam melakukan sosialisasi tersebut tetap didampingi tim konseling dari BKKBN," kata Hengky Widjaya.

Selain pendekatan secara langsung Unicef juga memberikan sosialisasi tentang sistem pembuatan akta kelahiran secara daring atau dalam jaringan.

"Kami melihat bahwa ada kolerasi antara akta kelahiran dengan pencegahan pernikahan usia dini. Melalui pemberian akta lahir pada anak itulah yang akan menjadi dasar hukum, usia yang tentunya akan merujuk boleh tidaknya melakukan pernikahan," kata Hengky Widjaya.

Melalui sistem pembuatan akta kelahiran itu juga akan membantu Pemerintah Kabupaten Mamuju untuk perluasan cakupan layanan akta lahir dari Disdukcapil dalam meraih target nasional sebesar 85 persen.

"Ini yang kami berikan untuk mendukung Disdukcapil dalam mencapai target tersebut," kata Hengky Widjaya.

Sementara itu, Bupati Mamuju Habsi Wahib memberi apresiasi atas kerja sama pemerintah setempat dengan Unicef, khususnya pada program penuntasan pernikahan usia dini.

"Penuntasan pernikahan usia dini sejalan dengan program mencegah anak putus sekolah serta mendukung salah satu program Pemkab Mamuju, yakni pengembalian anak ke sekolah sehingga ke depan, tidak ada lagi anak yang putus sekolah," kata Habsi Wahid.

Bupati juga menyatakan bahwa program tersebut dapat menekan angka kemiskinan.

"Anak yang menikah di usia dini itu penghasilan mereka di bawah rata-rata sehingga itu menjadi salah satu penyebab kemiskinan. Melalui program ini, kami berharap dapat menekan angka kemiskinan di Mamuju," kata Habsi Wahid.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026