Selasa, 24 Oktober 2017

Siswa Binaan PT AAL Mamuju Utara Ikut OSN

id Astra agro lestari, osn
Siswa Binaan PT AAL Mamuju Utara Ikut OSN
Siswa OSN masing-masing Muhammad Fajar dan Audrick Viriya Atmajaya Kwan didampingi pembimbing Aisyah, guru SD Inpres Kabuyu dan Widyaningsih, guru SD Inpres Pirsus Tikke, yang kedua sekolah itu binaan PT AAL di Kabupaten Mamuju Utara. (Foto Husni).
Mamuju (Antara Sulbar) - Siswa dari sekolah binaan perusahaan perkebunan sawit PT Astra Agro Lestari (AAL) di Kabupaten Mamuju Utara mengikuti kegiatan Olimpiade Sains Nasional (OSN) di Pekanbaru, Provinsi Riau.

"Ini menjadi penghujung perjuangan yang meninggalkan kesan manis, dan kami ikut berbangga atas prestasi ini, siswa dari sekolah binaan PT AAL telah usai mengikuti OSN pada 2-8 Juli 2017 di Pekanbaru," kata pembimbing siswa OSN itu Aisyah guru SD Inpres Kabuyu dan Widyaningsih guru SD Inpres Pirsus Tikke di Mamuju, Rabu.

Ia mengatakan, dua siswa, yang berasal dari SD binaan Yayasan PT AAL yakni Muhammad Fajar, siswa SD Inpres Kabuyu dan Audrick Viriya Atmajaya Kwan (siswa SD Inpres Pirsus Tikke), yang terletak di Ring 1 PT Mamuang dan PT Letawa ini memberikan goresan kebanggaan tersendiri bagi sekolah dan daerahnya, mereka masing masing.

"Mereka telah mengecap pengalaman tak terlupakan sebagai finalis OSN Matematika dan IPA tingkat nasional, dan hasil yang berasal dari proses panjang ini luar biasa karena OSN ini merupakan ajang olimpiade mata pelajaran paling bergengsi di tingkat nasional," katanya.

Even berjenjang yang rutin diselenggarakan Kementrian Pendidikan Nasional setiap tahun ini menjadi ajang bagi siswa-siswi luar biasa dari seluruh penjuru Tanah Air untuk unjuk diri dan menjadi yang terbaik. Ajang ini juga menjadi sarana untuk mencari bibit-bibit sains muda yang kelak akan mengharumkan nama Indonesia di pentas olimpiade internasional.

"Prestasi di level ini merupakan impian dari semua siswa di sekolah manapun, meski tidak semudah membalik telapak tangan. Bagi Audrick dan Fajar merupakan siswa pertama dalam kurun waktu satu dekade terakhir dari Kabupaten Mamuju Utara yang berhasil menjadi finalis di tingkat nasional," katanya.

Menurut dia, kedua siswa tersebut harus menjalani serangkaian proses panjang, tahap demi tahap, sejak dari tingkat sekolah untuk menyisihkan satu demi satu pesaingnya dan menjadi finalis nasional bukan pencapaian yang mudah.

"Mereka berdua, berusaha keras untuk selalu meningkatkan kemampuan sehingga mereka memiliki kesiapan untuk menghadapi persaingan di tingkat Kabupaten, Provinsi hingga Nasional yang tentunya semakin bertambah sulit,

Aisyah mengatakan, meskipun belum mendapatkan hasil yang diimpikan, namun tidak sedikitpun mengecilkan bahkan apresiasi prestasi Audrick dan Fajar, guru pembimbing, serta para orang tua terus memberi semangat kepada mereka.

"Persiapan memang telah maksimal diusahakan, namun kompetisi harus menentukan peringkat terbaik. Kekecewaan mungkin tetap terasa, tetapi pengalaman yang didapatkan selama mengikuti kegiatan OSN di Pekanbaru tidak akan terlupakan karena mereka medapatkan teman baru, membuka wawasan baru, mendapat ilmu baru, dan cerita-cerita baru. Tes tertulis dan tes eksperimen-eksplorasi hanyalah bagian kecil dari acara tersebut,"  ujarnya.
.
Di OSN tersebut, semua finalis mendapat kesempatan untuk ambil bagian dalam kampanye antinarkoba bersama BNN, wisata edukasi di Istana Siak, serta malam keakraban yang menjadi sesi menyenangkan untuk berkenalan dari berbagi cerita dengan teman baru dari penjuru nusantara.

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga