Sabtu, 21 Oktober 2017

DPR: 23 Item Tambahan Tingkatkan Layanan Haji

id Haji, asrama haji sudiang, sodik mudjahid
DPR: 23 Item Tambahan Tingkatkan Layanan Haji
Wakil Ketua Komisi DPR RI Dr H Sodik Mudjahid memberi keterangan kepada wartawan disela-sela penerimaan Kloter I d Asrama Haji Sudiang, Makassar, Kamis (27/9). (ANTARA FOTO/Suriani Mappong)
Makassar (Antara Sulsel) - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Dr H Sodik Mudjahid mengatakan, terdapat 23 item tambahan dalam layanan dan pembiayaan untuk meningkatkan layanan haji periode 2017.

"Dengan adanya tambahan 23 item itu yang disepakati dengan eksekutif, diharapkan layanan haji kita dapat lebih baik tahun ini dibandingkan tahun lalu," kata Sodik di sela-sela penerimaan jamaah calon haji (JCH) kelompok terbang (Kloter) I di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Kamis.

Dia mengatakan, 23 item tambahan itu diantaranya peningkatan kualitas makanan JCH, penambahan tenda-tenda di Arafah saat wukuf dan tempat layanan keluarga di area bandara.

Karena itu, lanjut dia, dalam fungsinya sebagai legislator adalah terus mendorong dan membantu mengawasi agar harapan itu terealisasi.

"Fungsi kami, mendorong dan mengawasi eksekutif atau pemerintah agar dengan 23 item tambahan itu, layanan haji kita makin membaik tahun ini," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel H Abd Wahid Thahir mengatakan, layanan JCH tahun ini diharapkan lebih baik dengan mengoptimalkan semua yang ada.

Optimalisasi layanan itu dengan meningkatkan kualitas SDM dan fasilitas baik yang di tanah air maupun yang di tanah suci. Hal ini tentu sangat diharapkan oleh JCH yang sudah ikut dalam waiting list (daftar tunggu) sekian tahun lamanya.

Mengenai daftar tunggu di sejumlah kabupaten di Sulsel, dia mengatakan, ada yang sampai 35 tahun seperti di Kabupaten Sidrap dan Pinrang, serta rata-rata daftar tunggu Sulsel sekitar 27 tahun.

"Itu terjadi karena semangat berhaji sangat besar, sementara kuota haji yang disiapkan setiap tahun terbatas," jelasnya.

Berkaitan dengan hal itu, sebagian masyarakat Sulsel memilih berumroh sambil menunggu giliran jadwal haji.
Pada penerimaan JCH Kloter I asal Kota Makassar, dari 450 JCH terdapat jamaah tertua Saenab Daeng Parani dengan usia 89 tahun.

"Alhamdulillah, tahun ini mendapat panggilan berhaji setelah menunggu lebih lima tahun," katanya dengan penuh rasa haru. Padahal pemerintah sudah mempriortaskan keberangkatan jamaah lanjut usia (Lansia), juga terpaksa antrean bertahun-tahun karena banyaknya JCH yang mendaftar.

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga