Kamis, 19 Oktober 2017

Gubernur Sulsel: UNM Harus Terlibat Perubahan Zaman

id Gubernur sulsel, dies natalis unm ke-56
Gubernur Sulsel: UNM Harus Terlibat Perubahan Zaman
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (tiga kanan) menghadiri Dies Natalis UNM ke-56 di Gedung Pinisi UNM, Makassar, Selasa (1/8). (FOTO/Humas Pemprov Sulsel)
Makassar (Antara Sulsel) - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo menyatakan keinginan dan mendorong agar Universitas Negeri Makassar (UNM) harus hadir dan terlibat dalam perubahan perkembangan zaman yang semakin moderen dan serba cepat.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Makassar, Selasa, juga meminta agar dosen dan mahasiswa kampus yang dulu bernama IKIP Ujungpandang ini bisa menunjukkan potensianya agar tidak tertinggal bahkan terlindas oleh zaman yang semakin maju khususnya dalam dunia pendidikan.

"Dosen dan mahasiswa lima tahun lalu jangan sama dengan sekarang atau lima tahun ke depan. Tidak boleh ketinggalan zaman, termasuk di bidang akademik, setiap saat terjadi perubahan," kata SYL saat menghadiri Dies Natalis Universitas Negeri Makassar (UNM) yang ke-56 Tahun di Gedung Pinisi UNM, Jl AP Pettarani, Makassar, Selasa.

Gubernur Sulsel dua periode itu mengatakan, saat ini perubahan terjadi begitu cepat dan inovasi sangat diperlukan di bidang pendidikan.

Sulsel oleh SYL disebutkan juga mengikuti perkembangan zaman dengan program e-goverment, meluncurkan aplikasi ePanrita, sebuah aplikasi pendidikan yang memiliki banyak fitur-fitur, berfungsi memantau perkembangan aktivitas mengajar guru dan belajar siswa.

Sementara itu, Rapat Sidang Senat Terbuka pada Dies Natalis (hari jadi) dibuka oleh Rektor UNM, Prof Husain Syam dalam laporan tahunannya menyebutkan bahwa di tahun 2017 untuk pertama kalinya kampus yang dipimpinnya memperoleh status akreditasi A.

"Setelah bertahun-tahun berstatus akreditasi C, lima tahun terakhir akreditasi B, akhirnya ditahun 2017 memperoleh akreditasi A," sebutnya.

Perolehan akreditasi A ini berlaku hingga tahun 2022 dan menempatkan UNM sebagai Universitas kedua di Indonesia bagian timur setelah Universitas Hasanuddin.

Saat ini UNM memiliki 85 program studi (prodi). Prodi dengan akreditasi A berjumlah 14 prodi, akreditasi B berjumlah 65 prodi dan sisanya berakreditasi C dan beberapa prodi yang baru dibuka tahun ini.

Selain Gubernur Sulsel, Intan Ahmad selaku Direktorat Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek Dikti juga turut menyampaikan orasi ilmiah terkait peluang dan tantangan perguruan tinggi di abad 21.

Hadir dalam Dies Natalis bertema "UNM untuk Pendidikan Berkualitas" ini diantaranya, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulsel, anggota DPD RI Iqbal Parewangi dan anggota DPR RI Akbar Faisal.

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga