Logo Header Antaranews Makassar

Sulbar Optimistis Capai Target Kota Tanpa Kumuh

Selasa, 1 Agustus 2017 22:17 WIB
Image Print

Mamuju (Antara Sulbar) - Provinsi Sulawesi Barat optimistis dapat mencapai target Program Kota Tanpa Kumuh atau Kotaku dengan melakukan pencegahan dan pengawasan kawasan kumuh melalui Gerakan 100-0-100 atau 100 akses air minum, nol kawasan kumuh serta 100 akses sanitasi.

"Kami optimistis target program Kota Tanpa Kumuh di Provinsi Sulbar pada 2019 dapat terwujud, mengingat komitmen dan perhatian pemerintah pada program tersebut sangat posisif," kata Team Leader Program Kota Tanpa Kumuh Provinsi Sulbar Kalla Manta, pada rapat koordinasi tahap I persiapan penyusunan RP3KP Satuan Kerja Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Satker PKP) Provinsi Sulbar di Mamuju, Selasa.

Program Kota Tanpa Kumuh, kata Kalla Manta, merupakan strategi pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat dari Direktorat Pengembangan Kawasan Pemukiman dan Ditjen Cipta Karya dalam rangka percepatan pembangunan kawasan kumuh dan Gerakan 100-0-100 pada 2015-2019.

Ia menjelaskan kawasan kumuh adalah pemukiman tidak layak huni karena ketidakteraturan bangunan, tingkat kepadatan bangunan yang tinggi dan kualitas bangunan serta sarana dan prasarana yang tidak memenuhi syarat.

"Sementara perumahan kumuh adalah perumahan yang mengalami penurunan kualitas fungsi sebagai tempat hunian. Indikatornya, kondisi bangunan terkait keteraturan dan kepadatan, jalan lingkungan, drainase, penyediaan air bersih, pengelolaan persampahan dan limbah serta pengamanan kebakaran dan ketidaktersediaan ruang publik," jelas Kalla Manta.

Komitmen Pemerintah Provinsi Sulbar tentang target pengurangan luasan kawasan kumuh tambah Kalla Manta, telah dilakukan melalui berbagai kegiatan diantaranya, pembangunan fisik, baik pemugaran dan peremajaan kembali pemukiman layak huni maupun pengendalian melalui pengawasan pembangunan yang sesuai standar perizinan.

Ia mengatakan luasan kawasan kumuh di Provinsi Sulbar pada 2014, yakni 32,57 hektare dan ditargetkan pada 2020 kawasan kumuh di daerah itu menjadi nol atau tidak ada.

Pemerintah Provinsi Sulbar pada 2017, lanjut ia, telah melakukan berbagai kegiatan dalam upaya pengurangan kawasan kumuh di Kabupaten Majene dan Polewali Mandar diantaranya, pembuatan drainase lingkungan, pembuatan jamban, pembuatan bak sampah, pengadaan motor pemadam kebakaran serta gerobak sampah.

"Program Kota Tanpa Kumuh telah dilakukan di sejumlah kelurahan dan desa di Kabupaten Majene dan Polewali Mandar. Ke depan, program ini akan dilakukan di seluruh wilayah Sulbar," tutur Kalla Manta.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026