Gubernur: Lapas Bolangi Berpotensi Menjadi Tempat Industri

id gubernur sulsel, lapas bolangi, gowa

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (tiga kanan) saat Panen Perdana sayur sehat organik di Lapas Perempuan Kelas IIA Bolangi di Desa Timbuseng, Kabupaten Gowa, Sulsel, Selasa (15/8). (FOTO/Humas Pemprov Sulsel)

Sungguminasa (Antara Sulsel) - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengaku potensi yang dimiliki lembaga pemasyarakatan di provisni ini khususnya Lapas Bolangi di Kabupaten Gowa berpotensi besar menjadi tempat industri.

Gubernur di Gowa, Selasa, mengatakan menjadikan lapas sebagai lokasi industri merupakan hal yang wajar karena dari kapasitas atau penghuni lapas yang besar dan berpotensi.

"Potensi Lapas Bolangi untuk menjadi tempat industri besar sekali. Kita harus mulai dari industri-industri kecil, di sini (Lapas Bolangi) tanaman sayur mayurnya sudah baik, di sebelah (lapas laki-laki)punya perikanan lele yang berjalan baik," katanya.

Ia menjelaskan, dengan potensi yang begitu besar maka tentu tinggal berfikir bagaimana mendapatkan modal untuk mengembangkan potensi tersebut.

Dan soal modal itu, dirinya mengakui jika tidak bisa sepenuhnya diserahkan ke pemerintah namun pihak lain seperti halnya pinjaman dari bank ataupun melakukan kerja sama dengan swasta.

Pihaknya percaya karena hal itu juga mendapatkan dukungan dari kalapas Bolangi dan kakanwil kemenhumkam untuk memberdayakan dan memanfaatkan potensi yang ada saat ini.

Gubernur Sulsel dua periode itu mengatakan, keinginan menjadikan lapas sebagai tempat industri memang bukan yang pertama.

"Kan bisa melakukan kerja sama dengan swasta (swalayan, minimarket atau pengusaha supermarket). Intinya potensi untuk menjadi industri memang besar,"jelasnya.

Kepala Lapas Khusus Wanita Bolangi, Kabupate Gowa, Sulawesi Selatan Sudaryati mengatakan pihaknya kini sudah mengandang salah satu retail atau supermarket untuk menampung atau menerima hasil pertanian di lapasnya tersebut.

Pihaknya juga akan terus fokus bagaimana agar warga binaan di Lapas Bolangi bisa memiliki keahlian atau keterampilan sehingga bisa berguna setelah keluar dari lapas.

"Saya berfikir bagaimana agar bisa membantu para napi setelah keluar agar memiliki keterampilan. Kita harus cari yang tidak memiliki modal besar atau tidak harus meninggalkan rumah lebih lama namun tetap bisa mendapatkan penghasilan," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar