Senin, 23 Oktober 2017

Jaga Terus Agar Inflasi Tetap Terkendali Muhammad

id inflasi
        Jakarta (Antara Sulsel) - Pakar statistik dan konsultan manajemen AS, William Edward Deming, pernah menyatakan bahwa inflasi dapat terjadi apabila produktivitas dan kualitas sebuah produk berkurang, tetapi tingkat laba harus terus dijaga.

        Hal tersebut, lanjutnya, karena agar jumlah keuntungan tetap sama seperti sebelum produktivitas berkurang, maka tingkat harga terpaksa dinaikkan.

        Inflasi, sebagaimana kerap diketahui, merupakan sebuah momok dalam negara karena kerap diasosiakan dengan fenomena di mana harga beragam hal meningkat tajam.

        Untuk itu, biasanya kebijakan ekonomi yang konvensional adalah menjaga agar inflasi tetap terjaga, tetapi juga bukan berarti terjatuh pada deflasi karena akan menjurus ke stagnasi ekonomi.

        Permasalahan inflasi pun kerap dihubungkan dengan beragam hal, seperti Wakil Ketua Komisi IV DPR Herman Khaeron yang berharap persoalan terkait dengan harga pembelian pemerintah (HPP) sejumlah komoditas dikelola dengan baik agar tidak menjadi potensi peningkatan inflasi pada masa mendatang.

        Wakil Ketua Komisi IV DPR Herman Khaeron menyatakan ada kecemasan sejumlah pihak bila HPP naik maka akan dapat mengakibatkan dampak terhadap harga di pasaran dan juga mengakibatkan inflasi.

        Untuk itu, ujar dia, Komisi IV akan melibatkan Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian dan semuanya akan di bawah koordinasi Menteri Koordinator Perekonomian karena hal ini juga menyangkut persoalan multisektor.

        Sebelumnya, lembaga Center for Indonesian Police Studies (CIPS) mengingatkan agar kebijakan HPP jangan justru melemahkan kekuatan negosiasi petani terhadap pihak perantara.

        Menurut peneliti CIPS Hizkia Respatiadi, kebijakan HPP harga yang ditetapkan Bulog ketika mereka membeli beras dari petani dinilai justru melemahkan posisi petani ketika mereka menjual hasil panennya karena pihak perantara dapat hanya bersedia membeli beras dengan harga yang tidak terlalu jauh dari HPP.

        Dengan kata lain, ujar Hizika, meskipun dibuat dengan tujuan yang baik, kebijakan HPP ini dinilai justru dapat dimanfaatkan secara tidak adil oleh pihak perantara untuk menekan harga pembelian beras dari para petani miskin," paparnya.

        Hal itu, ujar dia, mengakibatkan petani sulit untuk memperoleh harga panen yang layak dan sepadan dengan jerih payahnya.

    
       Jaga daya beli
   Terkait dengan inflasi, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menilai laju inflasi yang terkendali hingga pertengahan 2017 bisa menjaga daya beli masyarakat dan mendorong kinerja konsumsi rumah tangga.

        "Idealnya kalau inflasi terkendali, daya beli juga lebih bagus," kata Suhariyanto dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (1/8).

        Suhariyanto menjelaskan harga bahan makanan maupun tarif sektor jasa yang relatif terjaga bisa memancing minat masyarakat untuk berbelanja.

        Sementara itu, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa tingkat inflasi pada masa mendatang diperkirakan bakal tetap dapat terjaga meski ada sejumlah faktor yang tetap perlu diwaspadai seperti dampak anomali cuaca terhadap sejumlah komoditas pangan.

        Presiden Jokowi menyampaikan dalam penyampaian keterangan pemerintah atas RUU RAPBN 2018 di Jakarta, Rabu (21/8), inflasi diperkirakan tetap dapat terjaga di tingkat 3,5 persen, antara lain karena hal tersebut didukung oleh perbaikan kapasitas produksi nasional, stabilisasi harga, serta harga komoditas global yang masih relatif rendah.

        Walaupun demikian, ujar Presiden, dampak cuaca terhadap harga komoditas pangan menjadi risiko yang juga perlu untuk dipertimbangkan.

        Hal tersebut, lanjutnya, karena cuaca merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan kenaikan inflasi.

        Untuk itu, Presiden menyatakan bahwa penguatan koordinasi kebijakan moneter, fiskal dan sektor riil tentunya akan terus ditempuh dan ditingkatkan untuk lebih mendukung terjaminnya stabilitas harga di dalam negeri.

        Sedangkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution optimistis laju inflasi sepanjang 2017 masih bisa mencapai di bawah empat persen kendati pada awal-awal tahun inflasi cukup tinggi.

    
                            Prospek rendah
        Analis dan VP of Market Research FXTM Jameel Ahmad mengatakan, prospek inflasi di Indonesia tetap rendah meski Bank Indonesia memberikan kejutan kepada pasar dengan memangkas suku bunga acuan pekan lalu.

        "Konsensus mengatakan bahwa Bank Indonesia menggunakan inflasi rendah sebagai peluang untuk menetapkan suku bunga pinjaman yang lebih rendah," kata Jameel Ahmad, Selasa (29/8).

        Menurut dia, dengan langkah memangkas suku bunga yang dilakukan bank sentral tersebut, ternyata rupiah tetap stabil dan tidak mengalami momentum jual, bahkan tampak sedikit menguat pada awal pekan perdagangan.

        Ia berpendapat bahwa walaupun sentimen yang melemah terhadap dolar AS memperkuat sebagian besar mata uang terhadap dolar, namun ada optimisme dari investor bahwa pemangkasan suku bunga lagi di Indonesia tidak akan memberi dampak negatif terhadap rupiah.

        Selain itu, tingkat inflasi Indonesia yang melambat pada bulan Juli 2017 dinilai juga mengakibatkan kondisi perekonomian nasional pada jangka panjang cenderung stabil sehingga sentimen terhadap ekonomi juga menguat.

        Sebagaimana diketahui, harga konsumen di Indonesia bergerak dengan laju lebih lambat di bulan Juli, dengan tingkat inflasi tahunan Indonesia sebesar 3,88 persen masih sesuai dengan target tahunan BI yaitu 3-5 persen.

        Bank Indonesia memperkirakan laju inflasi pada 2018 bisa dibawah 3,5 persen dengan catatan pemerintah tidak melakukan penyesuaian harga untuk komoditas yang harganya diatur pemerintah atau "administered prices".

        "Angka proyeksi BI sedikit dibawah 3,5 persen untuk 2018," kata Asisten Gubernur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dody Budi Waluyo dalam pelatihan wartawan di Yogyakarta, Senin (28/8).

        Dody menjelaskan ekspektasi tingkat inflasi yang rendah tersebut bisa terjadi apabila pemerintah tidak melakukan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), tarif listrik maupun gas.

        Karena itu, berbagai kebijakan pemerintah yang bakal diwujudkan pada masa mendatang juga harus dapat benar-benar dipastikan agar tingkat inflasi nasional betul-betul terjaga.

Editor: Laode Masrafi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga