Batubara Indonesia Diperlukan Pembangkit Tenaga Listrik Pakistan

Pewarta : id batubara, pembangkit listrik pakistan, Jamshoro Power Company Limited

Pertemuan CEO Jamshoro Power Company Limited Muhammad Hassan Chang dengan Konjen RI Karachi, Sabtu (16/9/2017). (HO/KJRI Karachi)

Jakarta (Antara Sulsel) - Pakistan memerlukan batubara Indonesia sebanyak 4.2 juta ton per tahun karena Jamshoro Power Company Limited (JPCL) akan membangun dua pusat pembangkit tenaga listrik yang masing-masing berkekuatan 660 MW dengan hanya menggunakan bahan baku batubara berkalori rendah 5.300 s/d 5.700 Kcal/kg.

Hal itu disampaikan CEO Jamshoro Power Company Limited Muhammad Hassan Chang,  dalam pertemuannya dengan Konjen RI Karachi, Sabtu (16/9).

KJRI Karachi dalam siaran pers, Senin, mengatakan sudah ada studi kelayakan untuk pembangunan pembangkit tenaga listrik yang akan dibiayai dengan menggunakan pinjaman dari Asian Development Bank dan Islamic Development Bank.

JPCL berharap agar bahan baku batubara tersebut dapat diimpor dari Indonesia. Pre-biding untuk pengadaan batubara tersebut sudah dibuka dan akan ditutup pada 2 Oktober 2017.

Konjen RI Karachi menyambut baik permintaan JPCL tersebut dan akan membantu mencarikan perusahaan-perusahaan besar penghasil batubara Indonesia.

Indonesia merupakan penghasil batubara terbesar ke-5 di dunia, dengan kemampuan produksi 419 juta ton pada 2016 dan mempunyai cadangan sebanyak 8.26 miliar ton. Disamping itu, masih terdapat 23.9 miliar ton yang belum dieksplorasi.

Indonesia mengekspor batubara ke berbagai negara, termasuk Pakistan yang pada April 2017 lalu telah ditandatangani oleh perusahaan swasta untuk pembelian batubara sebanyak 50.000 ton.
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar