Senin, 23 Oktober 2017

Danny Geram Beredarnya Surat Pernyataan Dukungan Paslon

id moh ramdhan pomanto, wali kota makassar,geram beredarnya surat dukungan paslon
Danny Geram Beredarnya Surat Pernyataan Dukungan Paslon
Wali Kota Makssar Moh Ramdhan Pomanto (FOTO/Humas Pemkot Makassar)
Makassar (Antara Sulsel) - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto yang akrab disapa Danny itu geram dengan beredarnya surat pernyataan dukungan untuk pasangan calon wali kota dan wakil wali kota di lingkungan sekolah.

"Saya tidak pernah menyuruh apa pun, kita juga sudah sama-sama dengan partai," tegas Danny di Makassar, Minggu.

Ia mengaku mengetahui beredarnya surat pernyataan dukungan untuk pasangan calon wali kota dan wakil wali kota itu dari laporan beberapa orang tua murid yang menyampaikan langsung kepada dirinya baik melalui pesan singkat (SMS) maupun melalui aplikasi obrolan WhatsApp dengan mengirimkan serta gambar surat pernyataan tersebut.

Danny geram dengan pihak-pihak yang melakukan penyebaran surat dukungan itu, apalagi dilakukan di tingkat sekolah dasar (SD).

Ia kemudian meminta kepada para kepala sekolah agar mengawasi hal-hal seperti itu.

"Sangat tidak cocok, apalagi di sekolah, di SD lagi. Kepala sekolah harus mengawasi dan jangan ada lagi beredar seperti itu di sekolah-sekolah," katanya.

Dalam surat tersebut berbunyi pernyataan tidak akan menarik dukungan terhadap pencalonan pasangan perseorangan dalam pemilihan wali kota dan wakil wali kota yaitu Moh Ramdhan Pomanto dan Ismunandar.

Selama dua bulan terakhir ini, bakal calon pasangan paket Moh Ramdhan Pomanto dan Ismunandar memang sangat santer, apalagi para pengamat dan lembaga survei mencoba melihat hasil hitungan survei masyarakat tersebut.

Terlebih wali kota memang dibeberapa kesempatan sering melontarkan pernyataan keinginannya untuk menggandeng kalangan birokrat sebagai pendampingnya pada pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018.

Ismunandar sendiri merupakan seorang bawahan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto yang menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) disertai usia yang tidak lama lagi akan memasuki masa pensiun.

Editor: Amirullah

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga