Logo Header Antaranews Makassar

Tujuh Bakal Calon Ikuti Simposium Demokrat Sulsel

Rabu, 27 September 2017 18:21 WIB
Image Print
Sebanyak tujuh orang Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubenur Sulsel berfoto bersama usai pelaksaaan Simposium Demokrat Sulsel di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (27/9). (ANTARA FOTO/Darwin Fatir)

Makassar (Antara Sulsel) - Sebanyak tujuh Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan mengikuti Simposium Partai Demokrat Sulsel bertajuk `Quo Vadis Sulsel` di hotel Four Points by Sheraton Makasar, Sulawesi Selatan, Rabu.

Tujuh kandidat tersebut yakni tiga Bakal Calon Gubernur masing-masing Nurdin Abdullah, Abdul Rivai Ras, Agus Arifin Nu`mang, dan Nik`matullah. Sedangkan Wakil, Aliyah Mustika Ilham, Tanri Bali Lamo dan Andi Nurpati, diberikan 10 menit untuk menyampaikan programnya.

Nurdin Abdullah dalam pemaparan visi-misinya menjelaskan bagaimana Sulsel itu bisa menjadi daerah wisata, kemudian peningkatan pertanian dengan surplus beras dan jagung, dan peningkatan dibidang perikanan.

"Pertumbuhan kendaraan juga semakin meningkat tapi jalan terbatas, ini yang menjadi perhatian. Bagaimana kedepan Sulsel bisa ramah investasi dengan menciptakan SDM dengan pelayanan yang baik," kata Nurdin.

Sementara Abdul Rivai Ras mengatakan lebih menekankan tentang potensi sektor kemaritiman mengingat Sulsel berada di wilayah perairan dengan garis pantai hingga lebih dari 2000 kilometer.

"Potensi pengembangan sektor kemaritiman mempunyai potensi besar untuk dikembangkan. Bayangkan saja jumlah kapal masuk mencapai 1400 unit, 176 penerbangan perhari dengan jumlah penumpang hingga 12 juta perbulan ini sudah menujukkan potensi," paparnya.

Selanjutnya, Bakal Calon Petahan Agus Arifin Nu`mang memaparkan sejumlah gagasannya untuk pembangunan di Sulsel, mengingat dirinya mengetahui persis perkembangan selama 10 tahun menjabat Wakil Gubernur.

Gagasan kedepan akan membuat lima kawasan titik baru dengan memaksimalkan tiga potensi daerah pegunungan seperti kawasan pegunungan Bawakaraeng, Latimojong dan Bulusaraung. Sedangkan daerah pesisir di dua titik yakni Teluk Bone, serta Selat Makassar dan Flores.

"Lima titik ini akan diberdayakan potensinya, termasuk membuka lapangan pekerjaaan untuk menurunkan angka pengangguran, sebab kalau dititikberatkan semua di perkotaan maka pengguran itu pasti ada," ucapnya.

Dirinya juga mengungkapkan, selama dirinya menjabat belum ada kasus Korupsi atau kejadian OTT KPK diera pemerintahannya, termasuk tidak mendudukkan atau memasukkan keluarganya di lingkup pemerintahan.

"Saya ini sudah berpengalaman, keinginan besar saya mengembalikan kejayaan Makassar, Sulsel di masa lampau sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan timur dengan disederajatkan di pulau jawa," ungkap dia.

Sedangkan Bakal Calon lain, Nikmatullah yang juga Ketua DPD Demokat Sulsel, megemukakan bahwa sudah saaatnya Sulsel diberikan otonomi provinsi untuk mengelola sendiri sumber daya alam maupun Sumber Daya Manusianya.

Saat ini bukan lagi persaingan antarprovisin tapi persaingan provinsi luar negeri, mengingat Indonesia masuk dalam kelompok ASEAN menyepakati Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), sehingg kompetisi tidak lagi antarprovinsi tapi negara ASEAN.

"Meski diberikan otonom sejak tahun 2000 lalu, dari ratusan kepala daerah sebagian ditangkap KPK karena perbuatannya, sementara yang bersih dan berprestasi bisa dihitung," tambahnya.

Bakal Calon Wakil Gubernur Sulsel lainnya seperti Mustika Aliyah Ilham, Andi Nurpati diketahui kader Partai Demokrat, dan Tanri Bali Lamo dari ekternal partai juga memparkan visi misinya termasuk program kemajuan bagi Sulsel. Ketujuh kandidat ini juga ditanggapi tiga panelis akademisi dari berbagai kampus di Makassar.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026