Wali Kota Makassar Paparkan Program Di Singapura

Pewarta : id Walikota makassar, ies singapura

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto (dua kanan) saat menjadi pembicara International Enterprise Singapore (IES) di Singapura. Selasa (26/9). (FOTO/Humas Pemkot Makassar)

Makassar (Antara Sulsel) - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto memaparkan sejumlah program yang dijalankan pemerintahannya pada saat menjadi pembicara International Enterprise Singapore (IES) di Singapura.

"Kebetulan ada kegiatan yang dilaksanakan oleh IES dan saya merasa terhormat karena ternyata diundang sebagai pembicara juga dalam acara Asia-Singapore Roundtable di Singapura," ujar Danny, sapaan akrab Ramdhan Pomanto melalui pesan lewat telepon genggamnya dari Singapura ke Makassar, Selasa.

Ia mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan oleh IES adalah agenda rutin dengan mempertemukan para aktivis, akademisi dan pemangku kepentingan yang menangani masalah infrastruktur pada masing-masing kota atau negara.

IES sendiri diikuti oleh negara-negara se-Asia dan Singapura, dibuka langsung oleh Menteri Perdagangan dan Perindustrian Singapura S Israwan dan disaksikan oleh CEO International Enterprise Singapura, Lee Ark Boon.

Dalam kesempatan tersebut Danny dengan bangga menuturkan mengenai konsep Program "Smart and Sombere City" yang diakui menjadi kunci kesuksesannya membangun Kota Makassar dari lorong.

Smart, menurut dia, adalah perangkat keras dimana pekerjaan yang dilakukan terlihat hasilnya. Dicontohkannya, pembangunan lorong garden (Longgar), pembangunan war room berbasis CCTV dan internet yang memantau Makassar dari satu ruangan.

Kemudian ada program Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) atau call center 112 yang cepat tanggap, hingga layanan "home care" yang menjangkau masyarakat hingga ke lorong.

Sedangkan "sombere" adalah perangkat lunak, piranti yang tidak terlihat. Sombere diukur dari keramahan masyarakat, partisipasi yang besar terhadap perubahan, sikap ramah tamah kepada tamu Kota Makassar baik mereka yang berasal dari luar kota maupun dari negara berbeda.

"Sikap sombere ini juga bisa dilihat dari pelayanan aparat pemerintahan terhadap masyarakat yang mengedepankan hospitality atau pelayanan prima," katanya lagi.

Bagi Danny, Sombere dan Smart City adalah konsep yang menggabungkan kesuksesan Kota Makassar mengikuti teknologi namun tetap diimbangi oleh lokal karakter kuat masyarakat Makassar yang ramah dan menjaga kehormatan tamu-tamunya.

Makassar juga adalah kota dengan penduduknya cukup partisipatif. Hal itu dibuktikan seperti dengan lorong garden. Semua lapisan masyarakat dalam beberapa kegiatan, baik kegiatan kemasyrakatan maupun pemerintahan hingga ke lorong-lorong.

Tidak hanya itu, tingkat partisipasi masyarakat Kota Makassar juga bisa dibuktikan pada waktu pemilihan tingkat RT/RW rata-rata 98 persen warga di Makassar itu juga ikut memilih.

"Dengan tinggi tingkat partisipasi masyarakat di Kota Makassar kita dapat asumsikan masyarakat ingin yang terbaik untuk lingkungannya di semua lapisan. Dari situ kita mulai pembangunan terbaik yang memungkinkan pemerintah untuk membangun dan mengembangkan infrastrukur secara lebih transparan dan akuntabel," ujarnya lagi.

Dalam kegiatan itu, tidak hanya Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto selaku pembicara, tetapi beberapa tokoh penting turut berpartisipasi, di antaranya Group CEO Meinhardt Group International, Omar Shahzad.
CMO ST Engineering Chew Men Leong, Managing Director Eutech Cybernetic, Hari Gunasingham, Chief Strategic Development Officer Ananda Development public Co Ltd, John Leslie Millar dan Director office of public-private partnership Asian Development Bank, Takeo Koike.
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar