Grab Gandeng Transportasi Taksi Reguler Di Makassar

Pewarta : id grab, transportasi daring, taksi reguler

Direktur Angkutan dan Multimoda Ditjen Perhubungan Darat, Cucu Mulyana (kanan), Head So Publik Affairs Grab Indonesia Tri Sukma Anreianno (dua kanan) saat peluncuran kolaborasi taksi reguler di Makassar, Jumat (29/9). (ANTARA FOTO/Darwin Fatir)

Makassar (Antara Sulsel) - Perusahaan jasa layanan aplikasi transportasi daring (online), Grab Indonesia menggandeng perusahaan taksi reguler di Kota Makassar, Sulawesi Selatan sebagai bagian dari kerja sama dibidang transportasi

"Ini merupakan kolaborasi Grab dengan pengemudi taksi reguler dengan tujuan menjadikan standar pelayanan maksimal khususnya di Makassar," sebut Head of Public Affairs Grab Indonesia, Tri Sukma Anreianno, Jumat.

Menurutnya, dengan semakin meningkatnya tuntutan akan transportasi publik yang aman, nyaman dan terjangkau, sinergi antarpelaku usaha di sektor transportasi merupakan sebuah keharusan.

Sejak awal Grab berdiri, lanjut dia, berkomitmen untuk selalu membuka diri dan mendukung penuh kerja sama dengan operator angkutan umum reguler terutama taksi.

"Di beberapa kota Grab mulai membuka diri termasuk di Makassar. Kedepan akan lebih banyak lagi kolaborasi kita lakukan guna peningkatan kesejahteraan pengemudi taksi reguler," tambahnya.

Dari hasil kolaborasi itu, sebanyak empat perusahaan taksi reguler yang ikut bergabung dengan jumlah pengemudi yang sudah diberikan pelatihan sebanyak 143 orang seperti, Taksi Putra 117 orang, Makassar Taksi sembilan orang, Gowata enam orang dan Gowa Mas Taksi 15 orang.

Rencananya Grab Indonesia akan mengandeng perusahaan taksi lain untuk menjalin kerja sama dalam menciptakan keselarasan dalam perbaikan transportasi di Sulsel.

Di tempat sama usai peluncuran kolaborasi tersebut di hotel Clarion, Direktur Angkutan dan Multimoda Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Cucu Mulyana berharap dengan kolaborasi itu dalam terjadi sinergi antara taksi reguler dan daring.

"Salah satu upaya kami agar tidak terjadi hal-hal benturan di lapangan tentunya dengan kolaborasi ini, serta menjaga eksistensi keberadaan taksi reguler maupun daring untuk sama-sama bisa hidup,"

Dengan adanya kolaborasi ini, adalah terobosan yang sangat luar biasa tentunya akan menjaga situasi lebih kondusif hingga mengakomodir tuntutan zaman dalam hal perubahan layanan trasportasi akan lebih baik.

Sementara Ketua Organisasi Angkutan Daerah (Organda) Angkutan Umum Kota Makassar, Zainal Abidin, memberikan apresiasi atas peluncuran kolaborasi tersbut, hanya saja pihak Grab tidak membatasi penerimaan pengemudi grab car.

"Memberikan peluang kepada taksi reguler tentu patut diapresiasi. Tetapi disisi lain, pihak Grab terus membuka pendaftaran dan tidak membatasi orang untuk masuk di Grab, sehingga para supir Pete-pete (angkot) dan Becak Motor akan semakin tersisihkan," beber dia.

Tidak sampai disitu, angkutan umum berplat kuning yang setiap tahunnya membayar pajak ke negara, malah semakin terpuruk padahal resmi. Harus ada regulasi dilevel provisi dan kota mengatur soal transportasi Daring, agar tidak mematikan taksi maupun angkot di Makassar," ungkap dia.

Diketahui jumlah pengemudi grab car di Makassar sudah mencapai seribuan lebih, belum lagi Grab bike diatas itu, sehingga Zainal kembali menegaskan agar aturan ditegakkan.
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar