Logo Header Antaranews Makassar

Dinsos Makassar Dan BRI Rakor Penyaluran BPNT

Selasa, 3 Oktober 2017 20:31 WIB
Image Print

Makassar (Antara Sulsel) - Dinas Sosial Kota Makassar bersama BRI Wilayah Makassar menggelar rapat koordinasi untuk penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) 2017.

Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Mukhtar Tahir di Makassar, Selasa, mengatakan, rapat koordinasi dilakukan bersama agar proses penyalurannya nanti berjalan lancar dan sukses.

"Ini adalah rakor biasa karena kita menginginkan proses penyalurannya itu berjalan lancar sehingga kita menggelar pertemuan untuk membahas teknis penyerahannya," ujarnya.

Mukhtar Tahir yang didampingi beberapa kepala bidangnya itu berharap semua pihak yang terlibat dalam penyaluran agar memperhatikan semua tugas dan fungsinya.

Bukan cuma itu, para koordinator kecamatan juga diminta untuk memperhatikan semua warganya agar penyaluran bisa berjalan lancar dan sesuai dengan kualitas bantuan yang didapatkan warga.

"Para koordinator kecamatan itu banyak yang menyampaikan aspirasi dari warganya dan semua kekurangan-kekurangan pada penyaluran sebelumnya ini harus dicarikan solusinya," katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, beberapa aspirasi dari warga penerima manfaat yang disampaikan melalui koordinator kecamatan itu agar memperhatikan kualitas beras yang dibagikan.

"Jadi ada beberapa koordinator kecamatan memperlihatkan kita foto-foto beras warga dan inilah yang ingin kita akan maksimalkan sebelum penyaluran. Kita inginnya beras yang diterima itu sesuai dengan kualitas yang dijanjikan," terangnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal MI menyatakan, program pemerintah melalui bantuan beras sejahtera (rastra) ini diharapkan mampu menjadikan masyarakat lebih sejahtera ke depannya.

Dia mengatakan, program bantuan pangan non tunai (BPNT) ini akan didistribusikan secara bertahap kepada warga prasejahtera dan sekaligus sebagai pengganti program subsidi beras masyarakat miskin (raskin) yang sebelumnya telah dijalankan.

Deng Ical mengungkapkan terobosan pemberian bantuan non tunai oleh pemerintah ini dapat mengurangi distorsi, sehingga penyaluran bantuan itu lebih tepat sasaran.

"Ini akan mengurangi distorsi sehingga bantuannya akan lebih tepat sasaran. Jadi sekarang ini tidak ada lagi istilah warga miskin atau miskin sekali karena yang ada adalah prasejahtera," katanya.

Pemberian bantuan rastra ini juga dilakukan bersama lembaga lembaga terkait seperti Kementerian Sosial, Dinas Sosial Makassar, lembaga perbankan yakni Bank Indonesia, BRI dan BNI.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026