Jumat, 20 Oktober 2017

Pesona "Cakkuriri" Destinasi Wisata Budaya Sulbar

id gubernur sulbar, cakkuriri, destinasi wisata budaya
Pesona
Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar saat memukul Gong saat membuka Pesona Cakkuriri II 2017 yang didamping Bupati Majene Fahmi Massiara dengan Ketua DPRD Majene Darmansyah, di Majene, Senin (2/10). (FOTO/Humas Pemprov Sulbar)
Majene (Antara Sulbar) - Pagelaran seni budaya pesona "Cakkurirri" II 2017 yang berlangsung di Lepangan Bura Sendana, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, dinilai dapat menjadi destinasi wisata budaya di Provinsi Sulawesi Barat.

"Pesona Cakkuriri merupakan upaya melestarikan nilai-nilai budaya di Sulbar dan Kabupaten Majene akan ditetapkan sebagai destinasi budaya, karena pesona budaya ini," kata Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar di Majene, Selasa.

Ia mengaku kagum menyaksikan sejumlah pertunjukan budaya, yang diawali dari penampilan tarian Pattu'du, Sarubadang Makkipas ,yang diantarkan oleh para penari yang tergabung dalam Sanggar Tari dan teater di Majene dan Polman dan pameran pusaka..

"Semua yang terjadi disini diabadikan dan dikirim ke Kementerian Pariwisata dan dibuat laporannya supaya bisa dianggarkan pada tahun 2018, mendatang, tari-tarian, musik tradisional dan pakaian adat serta semua budaya disini perlu terus dikembangkan, setiap langkah penari pun sangat perlu didokumentasikan agar terjaga keasliannya, budaya perlu dikembangkan, silahkan modifikasi, tapi jangan hilangkan keasliannya," kata Gubernur.

Menurut dia, di Sulbar sangat penting membangun kawasan revitalisasi budaya yang akan ditempatkan di Buttu Ciping, Kandemeng, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar.

"Ada beberapa bangunan yang akan dibangun di kawasan tersebut, diantaranya rumah raja, rumah pemangku adat, rumah putri raja, dan rumah rakyat, selain itu, juga akan dibangun Baruga Kaiyyang dan Baruga Keccu," katanya.

Ia mengatakan, rencana revitalisasi tersebut sudah lama diinginkannya sejak dirinya menjabat Bupati Polman 2018.

"Mudah-mudahan rencana ini dapat disetujui DPRD dan ditempatkan di Kabupaten Polman, karena di Polman terdapat kerajaan Balanipa yang merupakan bapak dari kerajaan Mandar di Sulbar," katanya.

ABM juga menyampaikan, dalam rangka terus melestarikan budaya seperti yang telah ada saat ini, kepada Pemkab Majene diharapkan untuk terus mengembangkan budaya lokal.

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga