Logo Header Antaranews Makassar

Warga Makassar Berpartisipasi Kenakan Batik

Jumat, 2 Oktober 2009 08:52 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Sejumlah warga Makassar mengenakkan kemeja batik menyambut penetapan hari batik nasional pada 2 Oktober, menyusul telah ditetapkannya batik sebagai warisan budaya dunia oleh Unesco, 7 September lalu.

Berdasar pantauan di Makassar, Jumat, batik tidak hanya dikenakan para pegawai di lingkungan institusi pemerintahan dan swasta, tapi juga sejumlah elemen masyarakat lainnya.

Di warung kopi Daeng Anas JL Pelita misalnya, pengunjung terlihat marak mengenakkan batik. Mereka yang rata-rata berprofesi sebagai wiraswasta dan jurnalis kompak mengenakan pakaian bercorak khas Indonesia tersebut.

Menurut mereka, hal tersebut dilakukan bukan karena latah atau ikut-ikutan, namun untuk berpartisipasi dalam hari batik nasional dan menghormati hasil budaya bangsa Indonesia.

"Kami bangga menggunakan batik. Setiap Jumat dan Sabtu kami sebenarnya menggunakan batik, tapi hari ini suasananya lain karena seluruh rakyat Indonesia menyambut penetapan itu," kata seorang warga, Asrul Madjid yang juga politisi Partai Persatuan Daerah (PPD).

Menurutnya, kendati batik berasal dari Pulau Jawa, namun ia menganggap batik sudah menjadi budaya nasional dan patut dipertahankan sebagai lambang identitas nasional.

Bahkan, seorang ibu rumah tangga di Makassar, Herlina Tawakkal, mengenakkan batik mini pada putrinya yang masih berusia satu tahun saat ditemui berjalan-jalan di mal.

Herlina mengatakan, ia dan putrinya sengaja mengenakkan batik, untuk ikut berpartisipasi pada himbauan pemerintah mengenakkan jenis kain bercorak seni tinggi itu.

Ia menjelaskan, batik untuk putrinya itu dibelinya dengan harga cukup murah, hanya sekitar Rp15 ribu di Pasar sentral Makassar.

Modelnya yang lucu serta corak batik yang dinilainya sangat menarik, membuatnya ia bersama keluarganya Jumat ini sepakat menggunakan batik.

Menyambut hari batik ini, sebuah butik, "Batik Ethniq Kampung Boroko" mengadakan peragaan busana batik di tepi Pantai Losari Jl. Penghibur pada Jumat pagi.

Butik tersebut melakukan peragaan sambil menyebarkan brosur berisi himbauan untuk mencintai karya seni anak bangsa, dengan melibatkan empat model wanita dan enam pria.

Peragaan busana yang berlangsung sekitar dua jam itu cukup mendapat perhatian warga Makassar yang melintas di Pantai Losari. Banyak diantara pengendara singgah dan melihat-lihat koleksi butik tersebut.
(T.PK-AAT/E001)