Sulsel Mendaftarkan Varietas "Cabai Katokkon Sayang"

Pewarta : id cabai katokkon sayang

Dokumentasi Varietas Cabe Katokkon SAYANG (FOTO/Humas Pemprov Sulsel)

Makassar (Antara Sulsel) - Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Selatan mendaftarkan varietas "Cabai Katokkon Sayang" di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian.

"Hari ini (Selasa) dengan mendaftarkan Cabai Katokkon Sayang, kita menjadikan cabai ini menjadi suatu varietas cabai Indonesia dari Sulsel, ini menjadi suatu merek bagi cabai kita," kata Gubernur Sulawesi Sulsel Syahrul Yasin Limpo usai secara resmi meluncurkan Varietas Cabai Katokkon Sayang di Makassar, Selasa.

Tingkat kepedasan cabai ini, kata Syahrul, lebih tinggi dibandingkan kepedasan cabai yang biasa digunakan rumah tangga.

"Kepedisannya setara dengan 20 cabai lain," imbuhnya.

Tidak hanya mendaftarkan, lanjut Syahrul, pada kesempatan tersebut juga dibagikan bibit tanaman untuk ditanam di 1000 titik di 24 kabupaten/kota.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Sulsel Fitriani mengatakan pendaftaran varietas yang endemik Tana Toraja tersebut dilakukan sebagai bagian dari Gerakan 1000 Kebaikan di dinasnya.

Fitri menambahkan, ada beberapa keunggulan dari varietas cabai yang satu ini. Selain memiliki tingkat kepedasan lebih kuat, aromanya juga memikat.

"Cabai ini juga bisa menjadi alternatif bagi industri saus cabai," kata dia.

Dia melanjutkan, ada tiga alasan sehingga tanaman asal Toraja itu dimasyarakatkan.

Pertama untuk melindungi plasma nutfah jenis ini agar tidak diklaim daerah lain. Karena berdasarkan pengalaman, sejumlah tanaman asal Sulsel seperti pisang barangan sudah diklaim oleh salah satu daerah di Indonesia.

Karena itu, pada saat penyebaran bibit yang diberi nama Katokkon Sayang itu, juga dilakukan penyerahan sertifikat ke Pemprov Sulsel yang menandai jika produk pertanian tersebut sudah terdaftar di perlindungan varietas.

Alasan kedua, lanjutnya, adalah untuk memasyarakatkan Katokkong Sayang di 24 kabupaten/kota dan yang ketiga menjaga stabilisasi inflasi.

Fitri menambahkan, ada beberapa keunggulan dari varietas cabai yang satu ini. Selain memiliki tingkat kepedasan lebih kuat, aromanya juga memikat.

"Cabai ini bisa menjadi alternatif bagi industri saus cabai," pungkasnya.
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar