Kru Film Gunung Bawakaraeng Minta Dukungan Pemerintah

id film, gunung bawakaraeng, adnan purichta ichsan

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan (empat kanan) foto bersama kru film Gunung Bawakaraeng di Sungguminasa, Gowa, Rabu (11/10). (FOTO/Humas Gowa)

Sungguminasa (Antara Sulsel) - Kru film "Gunung Bawakaraeng" mendatangi Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan untuk meminta dukungan pemerintah dalam menyukseskan film nasional yang akan diputar di layar nasional.

"Kami ke sini ingin meminta dukungan dari pak bupati, apalagi film yang kita angkat terkait dengan alur cerita budaya di Sulsel," ujar Produser Film Bawakaraeng, Indra di Gowa, Rabu.

Dihadapan bupati dan para kepala satuan kerja perangkat daerahnya (SKPD) ia mengungkap sinopsis film Gunung Bawakaraeng bercerita tentang seorang pemuda bernama Jey.

Pemuda itu ingin mendaki sebuah gunung bernama Bawakaraeng yang terletak di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. Gunung tersebut merupakan penyimpanan air bagi kabupaten dan kota di sekitarnya.

Gunung Bawakaraeng sejak lama dikenal dengan mitos-mitosnya yang sangat angker bagi para pendakinya dari berbagai daerah dan provinsi di Indonesia.

"Kita angkat fakta dan mitosnya yang berkembang sejak dulu hingga saat ini. Mitosnya itu kan, Bawakaraeng dikenal angker oleh pendaki secara luas dan Bawakaraeng juga jauh sebelum terbentuk NKRI juga punya cerita di mana di gunung itu adalah pertemuan para wali dalam menyebarkan agama Islam," katanya.

Indra mengaku, berdasarkan mitos-mitosnya yang telah berkembang sejak zaman kerajaan hingga saat ini, banyak mitos dan cerita yang ingin dibuktikan kebenarannya oleh Jey, pendaki asal Jakarta.

Pada suatu hari, Jey meminta bantuan para pendaki yang berasal dari Makassar untuk mengantarnya ke gunung tersebut. Akan tetapi para pendaki merasa tidak sanggup untuk menemani Jey, disebabkan karena sifatnya yang sombong dan juga angkuh.

Akan tetapi karena tekad yang sudah membulat, Jey mengeluarkan uang sebesar lima juta untuk para pendaki tersebut, supaya mau menemaninya mendaki.

"Itu adalah sinopsis awalnya dan bagaimana gangguan itu serta apa yang dapat dibuktikannya, mari kita tonton film ini nantinya di bioskop," ucapnya.

Sementara itu, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan yang mengetahui jika ada pembuatan film yang akan mengangkat cerita tentang Gunung Bawakaraeng di daerah Malino itu, merasa sangat bangga karena sineas-sineas lokal sudah mulai bermunculan.

"Saya atas nama pemerintah daerah pasti akan menuspport film ini, apalagi film ini mengangkat tentang cerita yang ada di daerah kita. Ada banyak cerita tentang sejarah, budaya dan seni yang masih potensi dikembangkan. Tapi ini saja dulu," katanya.
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar